Pengantar Filsafat

Dalam menguraikan pokok thema bahasan pada judul diatas yaitu selayang pandang peranan filsafat ilmu dalam pengembangan ilmu sosialada dua hal pentingyang dominan dalam hal ini filsafat ilmu dan ilmu sosial, maka dirasa perlu sedikit mengulang arti filsafat ilmu itu sendiri, ilmu sosial dan selanjutnya mengemukakan hubungan keduanya. Untuk menerangkan hal diatas maka kami menggunakan pemikiran logika matematika.

Dalam kata pengantarnya Willard van Orman Quine (1958) menyebutkan bahwa suatu jalan yang menghubungkan dari akal sehat yang non-mathematical, non-philosophical menuju tata cara pertama logika matematik telah menjadi satu langkah cepat.Sekali masuk kelapangan, maka selanjutnya, seseorang tidak membutuhkan lagi jalan yang panjang untuk mencapai garis depan ilmu ; lapangan itu sendiri adalah garis depan, dan peneliti-peneliti adalah aktif selama perjalanan tersebut. Bahkan dalam sebuah eksposisi pendahuluan masih ada ruang untuk hal-hal baru yang tidak kering daya tarik bagi para spesialis.

Dari penjelasan diatas maka lapangan penelitian ilmu yang merupakan kejadian-kejadian bebas yang ada dialam merupakan suatu titk pangkal yang sekaligus garis depan ilmu pengetahuan dengan berpegangan pada prinsip self identikal dan unik, yang dibutuhkan hanyalah panca indera serta indera yang berikutnya baik yang ada dalam diri manusia maupun indera buatan dalam rangka menangkap kejadian-kejadian bebas tersebut. (lampiran)

Mengapa dari akal sehat langsung menuju garis depan ilmu pengetahuan tanpa melalui filsafat terlebih dahulu? ; Hal ini sesuai dengan perkembangan akhir bahwa pohon ilmu sudah sedemikian besarnya sehingga filsafat itu sendiri sudah digolongkan sebagai cabang ilmu pengetahuan, ini seperti yang dikemukakan oleh Koento Wibisono (1999), bahwa filsafat itu sendiri telah mengantarkan adanya suatu konfigurasi dengan menunjukkan bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” telah tumbuh mekar-bercabang secara subur.

Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.

Van Peursen (1985) mengemukakan, bahwa ilmu pengetahuan dapat dilihat sebagai suatu sistem yang jalin-menjalin dan taat asas (konsisten) dari ungkapan-ungkapan yang sifat benar-tidaknya dapat ditentukan.

Sejak F.Bacon(1561-1626) mengembangkan semboyannya “Knowledge Is Power”, kita dapat mensinyalir bahwa peranan ilmu pengetahuan terhadap kehidupan manusia, baik individual maupun sosial menjadi sangat menentukan (Feti Fatimah, Pasca-IPB, 2002). Karena itu implikasi yang timbul menurut Koento Wibisono (1984), adalah bahwa ilmu yang satu sangat erat hubungannya dengan cabang ilmu yang lain serta semakin kaburnya garis batas antara ilmu dasar-murni atau teoritis dengan ilmu terapan atau praktis.

Tulisan selanjutnya bisa dibaca di kategori filsafat ilmu

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Blogroll. Tandai permalink.

2 Balasan ke Pengantar Filsafat

  1. riyanto berkata:

    lumayan

  2. riyanto berkata:

    hhhh

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s