1 : Hakikat Manajemen Strategis Skala Desa

Konsep Dasar

Tema dari tulisan ini adalah dengan pertimbangan bahwa globalisasi berdampak pada hampir semua keputusan strategis. Misalnya Internet telah mengubah hakikat pembelian dan penjualan di hampir semua industri, serta telah mengubah secara mendasar perekonomian dan bisnis setiap industri di seluruh dunia. E-Commerce telah menjadi suatu alat manajemen strategis penting sudah merasuk kedesa-desa. Lingkungan hidup telah menjadi suatu isu strategis yang penting sudah merambah kedesa-desa yang masih perawan.

Manajemen Strategis adalah tentang bagaimana mencapai dan mempertahankan keunggulan kompetitif. Dengan definisinya sebagai Ilmu pengetahuan dan seni perumusan dalam menerapkan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan suatu Organisasi antara lain seperti UKM untuk mencapai tujuannya telah menimbulkan Istilah ” Manajemen Strategis” yang bersinonim dengan ” Perencanaan Strategis” namun Manajemen strategis: lebih sering digunakan didalam dunia akademis, sedangkan perencanaan strategis lebih sering digunakan didalam dunia bisnis termasuk tapi tidak dibatasi Organisasi UKM Manajemen strategismengacu pada : perumusan strategi, implementasi strategi dan evaluasi strategi. Sedangkan perencanaan strategis mengacu pada:perumusan strategi

Secara bertahap Manajemen Strategik dikembangkan dalam (a) Tahap I Perumusan strategi meliputi Visi dan Misi, Peluang dan Tantangan, Kekuatan dan Kelemahan, Saaran Jangka Panjang, Strategi Alternatif, Pemilihan Strategi (b) Tahap II Implementasi strategi meliputi Sasaran Tahunan, Kebijakan, Motivasi Karyawan, Alokasi Sumber Daya (c) Tahap III Evaluasi strategi meliputi Peninjauan Internal dan Eksternal, Mengukur Kinerja, Tindakan Perbaikan



Analisa Kompetensi

Ada istilah yang memegang peranan dalam Manajemen Strategis dimana Perencana strategi adalah Istilah Kunci dalam Manajemen Strategis. Perencana ini menciptakan Pernyataan visi, Pernyataan misi, Peluang dan Ancaman Eksternal, Kelemahan dan Kekuatan internal, Tujuan jangka panjang, Strategi, Sasaran Tahunan dan Kebijakan. Perencana strategi :ini pada umumnya pada manajemen tingkat tinggi ( Saudagar / Juragan) dimana berkompeten dalam membantu Organisasi UKM mengumpulkan, meneliti, dan mengorganisir informasi, melacakkecenderungan industri yang kompetitif, mengembangkan model peramalan serta mengevaluasi kinerja divisi dan UKM.

Selanjutnya perencana strategi ini berkompeten dalam membuat Pernyataan Visi yang merupakan jawaban atas pertanyaan : ” Kita ingin menjadi apa?”. Ini adalah langkah pertama didalam perencanaan strategis yang seringkali dirumuskan sebagai kalimat tunggal. Contoh yang umik ” Visi kita adalah merawat visi anda.” (Stokes Eye Clinic, Florence, South Carolina)

Perencana strategi berkompeten dalam Organisasi UKM tentang Peluang dan Ancaman Eksternal : yang skalanya di luar kendali dari suatu Organisasi UKM tunggal. Contohnya adalah Ekonomi Sosial Budaya Demografis Lingkungan Politis Bidang pemerintahan Teknologi Kecenderungan peristiwa dan kompetisi .

Perencana strategi berkompeten dalam Kekuatan dan Kelemahan Internal : Umumnya berupa aktivitas yang dapat diawasi dan dilakukan dengan baik atau kurang baik sehubungan dengan pesaing. Berdasarkan analisa aktivitas fungsional didalam UKM didapati kegiatan pokok yaitu Manajemen, Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, Produksi/Operasi, Riset dan pengembangan, Sistim informasi komputer. Organisasi UKM bekerja keras untuk mengejar strategi yang berperan besar dalam menghimpun kekuatan dan memperbaiki kelemahan

Perencana strategi berkompeten dalam Tujuan Jangka Panjang berupa hasil yang dicapai didalam mengejar misi Organisasi UKM itu.Karena batasan waktunya adalah lebih dari satu tahun maka yang dikelola adalah : Arah Kebijakan Umum, Bantuan didalam evaluasi,Menciptakan sinergi, Menyingkap prioritas, Memusatkan koordinasi serta menyediakan basis untuk manajemen yang efektif.

Tentu saja perencana strategi berkompeten dalam Strategi itu sendiri yang merupakan tindakan potensial yang memerlukan keputusan manajemen puncak dan sejumlah yang besar sumber daya UKM. Dimana mekanisme tujuan jangka panjang direalisir sebagai perluasan geografis, penganeka ragaman, akuisisi, pengembangan produk, penetrasi pasar, pengurangan, divestiture, likwidasi, serta usaha patungan

Perencana strategi berkompeten dalam penetapan Sasaran Tahunan : yang merupakan patokan jangka pendek yang diperlukan untuk mencapai Tujuan jangka panjang yang merupakan basis alokasi sumber daya dan dijabarkan pada UKM dan bagian, serta tingkat fungsional. Hal ini dinyatakan dalam bentuk pemenuhan dari kegiatan pokok yaitu Manajemen, Pemasaran, Keuangan/Akuntansi, Produksi/Operasi, Riset dan pengembangan, Sistim informasi komputer. Organisasi UKMbekerja keras untuk mengejar strategi yang berperan besar dalam menghimpun kekuatan dan memperbaiki kelemahan tiap tahun.

Perencana strategi berkompeten dalam penetapan Kebijakan, hal inipenting didalam pelaksanaan strategi dalam arti Sasaran Tahunan yang akan dicapai antara lain memandu ke pengambilan keputusan dan mengarahkan situasi yan berulang. Dimapankan pada tingkat UKM, bagian atau tingkat fungsional serta mengijinkan konsistensi & koordinasi didalam dan antar departemen dalam Organisasi UKM.

Kontribusi terhadap Ketahanan Ekonomi Desa

Keuntungan Menyeluruh dari Manajemen Strategis secara Proaktif maupun Reaktif mengawali dan mempengaruhi aktivitas dan membantu membentuk masa depan UKM. Keuntungan Utamanya dalah Merumuskan strategi lebih baik secara sistematis, logis, dan pendekatan masuk akal dimana komunikasi adalah kunci sukses manajemen strategis

Kontribusi berupa Keuntungan Finansial sehingga Desa lebih sukses dan menguntungkan berupa peningkatan penjualan, profitabilitas, dan produktivitas. Didapati UKM berkinerja Tinggi dengan perencanaan sistematis menghadapi fluktuasi lingkungan internal dan eksternal

Kontribusi Keuntungan Nonfinansial ekonomi desa : adalah dapat meningkatkan kesadaran dari ancaman eksternal. Pemahaman terhadap strategi pesaing. Produktivitas karyawan yang ditingkatkan, mengurangi perlawanan untuk berubah, hubungan kinerja-penghargaan yang bersih, patuh dan disiplin kepada UKM serta perubahan pandangan sebagai kesempatan.

Mengapa sebagian UKM tidak melakukan perencanaan strategis ?. Hal ini dikarenakan : struktur penghargaan yang lemah, kegiatan yang insidental tidak tahan lama, pemborosan waktu yang terlalu mahal dalam keengganan dan kurang mengerti kesuksesan karena takut gagal dalam kepercayaan berlebih atas akibat pengalaman tidak baik ( contoh : krisis, inflasi, fluktuasi dolar, kenaikan BBM , dll)    . Terlau besarnya kepentingan diri karena ketakutan terhadap yang tak dikenal serta kecurigaan.

Perangkap sehingga terjadi penghindaran dari Perencanaan strategis antara lain penggunaan hak untuk memperoleh kendali diatas keputusan & sumber daya, bekerja hanya untuk mencukupi kebutuhan aturan, bergerak tergesa-gesa dari misi ke perumusan strategi, Kurang komunikasi ke karyawan, Keputusan intuitif yang bertentangan dengan rencana formal, Manajemen puncak tidak mendukung proses, Kurang menggunakan ukuran standard dalam kinerja, Mendelegasikan ke ” perencana” vs keterlibatan para manajer, Kekurangan untuk melibatkan personil kunci, Kekurangan untuk menciptakan lingkungan kolaboratif, Serat Formalitas yang kaku terhadap fleksibilitas dan kreativitas

Etika Bisnis & Perencanaan Strategis merupakan Pedoman Manajemen Strategi yang efektif yang memandu pengambilan keputusan dan perilaku. Etika bisnis yang baik adalah suatu prasyarat untuk baiknya manajemen strategis. Etika yang baik adalah hanya bisnis yang baik. Perencana strategi yang bertanggung jawab untuk prinsip dengan etis tinggi karena semua proses strategis mempunyai percabangan etis. Kode etik formal diterapkan pada banyak bisnis. Keamanan pribadi pada Internet muncul sebagai isu etis dari proporsi yang tak terukur

Tindakan bisnis tidak pantas yang selalu dilakukan meliputi Iklan yang menyesatkan , Label yang menyesatkan, Kejahatan lingkungan, Layanan keselamatan produk yang buruk, Rekening tagihan yang berlapis, Orang dalam yang berdagang, Pembuangan produk cacat ke pasar asing

Hakikat Persaiangan Antar Daerah : Bila UKM sudah sedemikian besarnya dengan melakukan bisnis keluar perbatasan , terjadi UKM antar wilayah antar daerah, UKM induk. Daerah yang menjadi penyelenggara mengalami implementasi strategi lebih sulit karena perbedaan budaya serta Norma-Norma, nilai-nilai, etika kerja antar daerah yang berbeda.

Keuntungan Operasi Antar Daerah adalah dapat Menyerap kapasitas yang berlebih. Mengurangi biaya per unit. Fasilitas produksi yang rendah. Biaya tenaga kerja yang lebih rendah. Intensitas kompetisi lebih sedikit. Tarif yang dikurangi, pajak yang lebih rendah maupun subsidi bila ada. Iklim Politik yang baik. Skala Ekonomi

Kerugian Operasi Antar Daerah adalah Kesulitan komunikasi antar cabang dan induk. Berdasarkan kekuatan politis, sosial, bahasa, demografis, dan kekuatan kompetitif serta fanatisme putra daerah. Basis pesaing luar daerah bisa jadi taksiran kekuatan terlalu rendah atau taksiran kelemahan terlalu tinggi

Meta Keywords :

Sasaran Tahunan Etika Bisnis Kode etik E-Commerce Pemberdayaan Lingkungan Peluang eksternal Ancaman Proses Manajemen Strategik Strategi Perencana Evaluasi Perumusan Kekuatan internal Kelemahan Intuisi Tujuan jangka panjang Pernyataan misi Kebijakan Model Visi Negara penyelenggara UKM anatardaerah Perencanaan antarwilayah

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Strategis. Tandai permalink.

9 Balasan ke 1 : Hakikat Manajemen Strategis Skala Desa

  1. noshi berkata:

    tolong carikan pengertian ramalan penjualan produk dan perencanaan produksi
    or cariin data tentang peranan peramalan penjualan produk dalam perencanaan produksi

  2. Eko Budi Yanto berkata:

    tolong carikan langkah langkah dalam memulai wirausaha.thank you very much

  3. denti armayanti berkata:

    Mas kalo strategi mencari modal untuk usaha gimana apa yah???

  4. getuk berkata:

    Pesan saya kalau mau mulai usaha hindari skema kredit yang bunganya tinggi …, yang bunganya rendah bisa dicari dengan rekomendasi departemen koperasi dan afiliasinya

  5. Tohani berkata:

    Mohon dalam memaparkan lebih paktis lagi….

  6. Qinimain Zain berkata:

    (Dikutip dari: Harian RADAR Banjarmasin, Jum’at, 4 Januari 2008, dengan judul asli: Strategi Evaluasi Milenium III – Matinya Ilmu Administrasi & Manajemen).

    Matinya Ilmu Administrasi dan Manajemen
    (Satu Sebab Krisis Indonesia)
    Oleh Qinimain Zain

    FEELING IS BELIEVING. C(OMPETENCY) = I(nstrument) . s(cience). m(otivation of Maslow-Zain) (Hukum XV Total Qinimain Zain).

    INDONESIA, sejak ambruk krisis Mei 1998 kehidupan ekonomi masyarakat terasa tetap buruk saja. Lalu, mengapa demikian sulit memahami dan mengatasi krisis ini?

    Sebab suatu masalah selalu kompleks, namun selalu ada beberapa akar masalah utamanya. Dan, saya merumuskan (2000) bahwa kemampuan usaha seseorang dan organisasi (juga perusahaan, departemen, dan sebuah negara) memahami dan mengatasi krisis apa pun adalah paduan kualitas nilai relatif dari motivasi, alat (teknologi) dan (sistem) ilmu pengetahuan yang dimilikinya. Di sini, hanya menyoroti salah satunya, yaitu ilmu pengetahuan, sistem ilmu pengetahuan. Pokok bahasan itu demikian penting, yang dapat diketahui dalam pembicaraan apa pun, selalu dikatakan dan ditekankan dalam berbagai forum atau kesempatan membahas apa pun bahwa untuk mengelola apa pun agar baik dan obyektif harus berdasar pada sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan. Baik untuk usaha khusus bidang pertanian, manufaktur, teknik, keuangan, pemasaran, pelayanan, komputerisasi, penelitian, sumber daya manusia dan kreativitas, atau lebih luas bidang hukum, ekonomi, politik, budaya, pertahanan, keamanan dan pendidikan. Kemudian, apa definisi sesungguhnya sebuah sistem, sistem ilmu pengetahuan itu? Menjawabnya mau tidak mau menelusur arti ilmu pengetahuan itu sendiri.

    Ilmu pengetahuan atau science berasal dari kata Latin scientia berarti pengetahuan, berasal dari kata kerja scire artinya mempelajari atau mengetahui (to learn, to know). Sampai abad XVII, kata science diartikan sebagai apa saja yang harus dipelajari oleh seseorang misalnya menjahit atau menunggang kuda. Kemudian, setelah abad XVII, pengertian diperhalus mengacu pada segenap pengetahuan yang teratur (systematic knowledge). Kemudian dari pengertian science sebagai segenap pengetahuan yang teratur lahir cakupan sebagai ilmu eksakta atau alami (natural science) (The Liang Gie, 2001), sedang (ilmu) pengetahuan sosial paradigma lama krisis karena belum memenuhi syarat ilmiah sebuah ilmu pengetahuan. Dan, bukti nyata masalah, ini kutipan beberapa buku pegangan belajar dan mengajar universitas besar (yang malah dicetak berulang-ulang):

    Contoh, “umumnya dan terutama dalam ilmu-ilmu eksakta dianggap bahwa ilmu pengetahuan disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris (berdasarkan pengalaman). Menemukan hukum-hukum ilmiah inilah yang merupakan tujuan dari penelitian ilmiah. Kalau definisi yang tersebut di atas dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya tidak atau belum memenuhi syarat, oleh karena sampai sekarang belum menemukan hukum-hukum ilmiah itu” (Miriam Budiarjo, Dasar-Dasar Ilmu Politik, 1982:4, PT Gramedia, cetakan VII, Jakarta). Juga, “diskusi secara tertulis dalam bidang manajemen, baru dimulai tahun 1900. Sebelumnya, hampir dapat dikatakan belum ada kupasan-kupasan secara tertulis dibidang manajemen. Oleh karena itu dapat dikatakan bahwa manajemen sebagai bidang ilmu pengetahuan, merupakan suatu ilmu pengetahuan yang masih muda. Keadaan demikian ini menyebabkan masih ada orang yang segan mengakuinya sebagai ilmu pengetahuan” (M. Manullang, Dasar-Dasar Manajemen, 2005:19, Gajah Mada University Press, cetakan kedelapan belas, Yogyakarta).
    Kemudian, “ilmu pengetahuan memiliki beberapa tahap perkembangannya yaitu tahap klasifikasi, lalu tahap komparasi dan kemudian tahap kuantifikasi. Tahap Kuantifikasi, yaitu tahap di mana ilmu pengetahuan tersebut dalam tahap memperhitungkan kematangannya. Dalam tahap ini sudah dapat diukur keberadaannya baik secara kuantitas maupun secara kualitas. Hanya saja ilmu-ilmu sosial umumnya terbelakang relatif dan sulit diukur dibanding dengan ilmu-ilmu eksakta, karena sampai saat ini baru sosiologi yang mengukuhkan keberadaannya ada tahap ini” (Inu Kencana Syafiie, Pengantar Ilmu Pemerintahan, 2005:18-19, PT Refika Aditama, cetakan ketiga, Bandung).

    Lebih jauh, Sondang P. Siagian dalam Filsafat Administrasi (1990:23-25, cetakan ke-21, Jakarta), sangat jelas menggambarkan fenomena ini dalam tahap perkembangan (pertama sampai empat) ilmu administrasi dan manajemen, yang disempurnakan dengan (r)evolusi paradigma TOTAL QINIMAIN ZAIN (TQZ): The Strategic-Tactic-Technique Millennium III Conceptual Framework for Sustainable Superiority, TQZ Administration and Management Scientific System of Science (2000): Pertama, TQO Tahap Survival (1886-1930). Lahirnya ilmu administrasi dan manajemen karena tahun itu lahir gerakan manajemen ilmiah. Para ahli menspesialisasikan diri bidang ini berjuang diakui sebagai cabang ilmu pengetahuan. Kedua, TQC Tahap Consolidation (1930-1945). Tahap ini dilakukan penyempurnaan prinsip sehingga kebenarannya tidak terbantah. Gelar sarjana bidang ini diberikan lembaga pendidikan tinggi. Ketiga, TQS Tahap Human Relation (1945-1959). Tahap ini dirumuskan prinsip yang teruji kebenarannya, perhatian beralih pada faktor manusia serta hubungan formal dan informal di tingkat organisasi. Keempat, TQI Tahap Behavioral (1959-2000). Tahap ini peran tingkah-laku manusia mencapai tujuan menentukan dan penelitian dipusatkan dalam hal kerja. Kemudian, Sondang P. Siagian menduga, tahap ini berakhir dan ilmu administrasi dan manajemen akan memasuki tahap matematika, didasarkan gejala penemuan alat modern komputer dalam pengolahan data. (Yang ternyata benar dan saya penuhi, meski penekanan pada sistem ilmiah ilmu pengetahuan, bukan komputer). Kelima, TQT Tahap Scientific System (2000-Sekarang). Tahap setelah tercapai ilmu sosial (tercakup pula administrasi dan manajemen) secara sistem ilmiah dengan ditetapkan kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukumnya, (sehingga ilmu pengetahuan sosial sejajar dengan ilmu pengetahuan eksakta). (Contoh, dalam ilmu pengetahuan sosial paradigma baru milenium III, saya tetapkan satuan besaran pokok Z(ain) atau Sempurna, Q(uality) atau Kualitas dan D(ay) atau Hari Kerja – sistem ZQD, padanan m(eter), k(ilogram) dan s(econd/detik) ilmu pengetahuan eksakta – sistem mks. Paradigma (ilmu) pengetahuan sosial lama hanya ada skala Rensis A Likert, itu pun tanpa satuan). (Definisi klasik ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur. Paradigma baru, TQZ ilmu pengetahuan adalah kumpulan pengetahuan yang tersusun secara teratur membentuk kaitan terpadu dari kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum yang rasional untuk tujuan tertentu).

    Bandingkan, fenomena serupa juga terjadi saat (ilmu) pengetahuan eksakta krisis paradigma. Lihat keluhan Nicolas Copernicus dalam The Copernican Revolution (1957:138), Albert Einstein dalam Albert Einstein: Philosopher-Scientist (1949:45), atau Wolfgang Pauli dalam A Memorial Volume to Wolfgang Pauli (1960:22, 25-26).

    Inilah salah satu akar masalah krisis Indonesia (juga seluruh manusia untuk memahami kehidupan dan semesta). Paradigma lama (ilmu) pengetahuan sosial mengalami krisis (matinya ilmu administrasi dan manajemen). Artiya, adalah tidak mungkin seseorang dan organisasi (termasuk perusahaan, departemen, dan sebuah negara) pun mampu memahami, mengatasi, dan menjelaskan sebuah fenomena krisis usaha apa pun tanpa kode, satuan ukuran, struktur, teori dan hukum, mendukung sistem-(ilmu pengetahuan)nya.

    PEKERJAAN dengan tangan telanjang maupun dengan nalar, jika dibiarkan tanpa alat bantu, membuat manusia tidak bisa berbuat banyak (Francis Bacon).

    BAGAIMANA strategi Anda?

    *) Qinimain Zain – Scientist & Strategist, tinggal di Banjarbaru – Kalsel, e-mail: tqz_strategist@yahoo.co.id (www.scientist-strategist.blogspot.com)

  7. ernie berkata:

    bukankah perencanaan strategis salah satu tahapan dalam melaksanakan manajemen trategis? karena saya pernah membaca suatu teori umum bahwa manajemen strategis terdiri dari “POAC (Planning, Organizing, Actuating and Controling)” jadi saya lebih setuju jika ungkapannya ”Perencanaan merupakan bagian dari pelaksanaan manajemen”.

  8. Rochaga berkata:

    HAKEKAT MENAJEMEN STRATEGI MEMPUNYAI 7 GARIS BESAR APA SAJA SICH…… TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s