Analisa Proses Hirarki

Analytical Hierarchy Process, selanjutnya disebut AHP, merupakan satu model yang fleksibel yang memungkinkan pribadi-pribadi atau kelompok- kelompok untuk membentuk gagasan-gagasan dan membatasi masalah dengan membuat asumsi (dugaan) mereka sendiri dan menghasilkan pemecahan yang diinginkan bagi mereka (Saaty L. Thomas, Decision Making for Leaders; The Analyticai Hierarchy Process for Decision in Complex World, RWS Publications, Pittsburgh, 1988, page 22).



AHP menggabungkan penilaian-penilaian dan nilai-nilai pnibadi kedalam satu cara yang logis. Hal itu tergantung pada imaginasi, pengalaman, dan pengetahuan terhadap struktur hirarki dan satu masalah mengenai logika, naluri, dan pengalaman guna memherikan penilaian-penilaian. Sekali diterima dan diikuti, AHP menunjukan kepada kita bagaimana menghuhungkan dan unsur-unsur dari satu bagian dari masalah itu dengan bagian-bagian lainnya untuk mencapai hasil yang terpadu. Ini adalah satu proses untuk menentukan, rnengenai, dan mendekati interaksi-interaksi dan satu sistem secara keseluruhan.

Metode AHP dikembangkan awal tahun 1970-an oleh Dr. Thomas L. Saaty dan telah digunakan untuk membantu para pembuat keputusan dari berbagai negara dan perusahaan. Dengan AHP kita dapat mcmandang masalah dalam kerangka berpikir yang terorganisir, sehingga memungkinkan kita mengambil keputusan secara efektif (Gunawan, Agus D.,. Operasi “Memutuskan dengan Analytic Hierarchy Process”, Manajemen, November, 1999, hlm. 38). Masalah yang komplek dapat disederhanakan dan dipercepat proses pengarnbilan keputusannya.

Prinsip kerja AHP adalah menyederhanakan masalah komplek yang tidak tenstruktur, strategik dan dunamik menjadi bagian-bagiannya, serta menata variabel dalam suatu hirarki (tingkatan). Kemudian tingkat kepentingan tingkat variabel diberi nilai numerik secara subyektif tentang arti pentingnya secara relatif dibandingkan dengan variabel lain.Dari berbagai pertimbangan tersebut kemudian diiakukan sintesa untuk menetapkan variabel yang memiliki prioritas tentinggi dan berperan untuk mempengaruhi hasil pada sistem tersebut. Perbedaan antara model AHP dengan model pengambilan keputusan lainnya terletak pada jenis inputnya(Bambang Permadi, AHP, Pusat Antar Universitas — Studi Ekonomi, UI, Jakarta, 1992, hal.5). Model AHP memakai persepsi manusiayang dianggap ‘ekspert’ sebagai input utamanya. Kriteria ekspert disini bukan berarti bahwa orang tersebut haruslah jenius, pintar, bergelar doktor dan sebagainya tetapi lebih mengacu pada orang yang mengerti benar penmasalahan yang dilakukan, merasakan akibat suatu masalah atau punya kepentingan terhadap masalah tersebut. Pengukuran hal-hal kualitatif merupakan hal yang sangat penting mengingat makin kompleksnya permasalahan didunia dan tingkat ketidak pastian yang makin tinggi. Selain itu AHP juga menguji konsistensi penilaan. Bila terjadi penyimpangan yang terlalu jauh dari nilai konsisiten sempurna maka penilaian perlu diperbaiki atau hirarki harus distruktur ulang. Keuntungan yang diperoleh bila kita memecahkan masalah dan mengambil keputusan dengan menggunakan AHP antara lain (Gunawan. Agus D., Operasi: “Memutuskan dengan Analytic Hierarchy Process”, Manajemen, November 1999, hlm. 38):

1.Kesatuan : AHP memberi satu model tunggal yang mudah dimengerti, luwes untuk keaneka ragam persoalan tak terstruktur.

2.Kompleksitas AHP memadukan ancangan deduktif dan ancangan berdasarkan sistem dalam memecahkan persoalan kompleks

3.Saling ketergantungan AHP dapat menangani saling ketengantungan elemen-elemen dalam suatu sistem dan tak memaksakan pemikiran linear.

4.Penyusunan hirarki : AHP mencerminkan kecenderungan alami pikiran untuk rnemilah-milah elemen-elemen suatu sistem dalam berbagai tingkat berlainan dan mengelompokan unsur yang senupa dalam setiap tingkat.

5.Pengukuran : AHP memberi suatu skala untuk mengukur hal-hal dan mewuj udkan metode penetapan prioritas.

6.Konsistensi : AHP melacak konsistensi logis dan pertimbangan- pertimbangan yang digunakan dalam menggunakan berbagai prioritas.

7.Sintesis : AHP menuntun kesuatu taksiran menyeluruh tentang kebaikan sistem alternatif.

8.Tawar-menawar : AHP mempertimbangkan prioritas relatif dari berbagai faktor sistem dan memungkinkan organisasi memilih alternatif terbaik berdasarkan tujuan-tuj uan mereka.

9.Penilai dan konsensus : AHP tidak memaksakan konsensus tetapi mensintesakan suatu hasil yang representatif dari berbagai penilaian.

10.Pengulangan proses : AHP memungkinkan organisasi memperhalus definisi mereka pada suatu persoalan dan memperbaiki pertimbangan serta pengertian mereka melalui pengulangan.

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Analisa Proses Hirarki. Tandai permalink.

7 Balasan ke Analisa Proses Hirarki

  1. wie0020 berkata:

    kalo ada informasi tentang AHP dengan EC 8 kasih tahu saya donk, buat skripsi nih………..
    kirimrn ya………..

    pleeeeessss….

  2. DERIAN berkata:

    Aku butuh Contoh AHP untuk pemilihan unit-unit pengolahan air bersih..ada contohnya ga ya maz??buat skripsi ne..

  3. getuk berkata:

    maaf ya contoh ahp gak punya
    tapi kalau seluk beluk pengolahan air bersih punya tapi berupa text book, masih ngetik lagi
    gitu ya… terima kasih komentarnya
    semoga sukses ….

  4. david berkata:

    wah saya jg lg skripsi nih, ada yg punya link nya permadi ato saaty ga? terimakasih

  5. nadiyani berkata:

    minta contoh aplikasi dalam industri dung.. ada gak yah??

  6. Ping balik: minta contoh aplikasi dalam industri dung. ada gak yah?? « Manajemen

  7. kiki berkata:

    ada perbedaan nggak antara ahp ama analisis gap???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s