Koran Kompas hari ini merelease berita RUPS Setuju Sari Husada Keluar dari Bursa Efek. Maka sementara masih dalam proses keluarnya dari Bursa Saham BEJ maupun BES maka kami perlu menulis sekilas mengenai Sari Husada sebagai kontribusi terhadap berakhirnya Sari Husada sebagai perusahaan publik. Jika lagu punya Swan Song maka Sari Husada mirip-mirip dengan itu, karena setelah tidak go publik maka ltidak ada lagi news ticker harian Sari Husada di BEJ . Tulisan ini berdasarkan data data 1982 sampai 1992 yang kami punya, jadi kalau ada anakronisme ya mohon dimaklumi untuk keperluan studi .
Bab I. Pendahuluan
PT Sari Husada mulai berdiri dan beroperasi pada tahun 1954, yang merupakan bantuan dan kerjasama antara UNICEFF, FAO dan Pemerintah Indonesia, untuk manajemennya ditangani oleh Bapindo dan diberi nama NV Saridel dengan tujuan utamanya adalah memproduksi makanan untuk bayi dengan bahan baku kedelai, dalam perkembangannya pada tahun 1962 ketika pemerintah Indonesia keluar dari PBB, maka UNICEF dan FAO juga melepaskan Saridele sedangkan manajemen dipegang oleh Perusahaan Farmasi Negara perusahaan berganti nama menjadi PN. Sari Husada. Pada tahun 1966 perusahaan menghentikan produk saridele dan menggantikan produknya susu bubuk bayi SGM dan SNM untuk bayi berusia 6 bulan dan seterusnya.
Pada tahun 1967. ketika UNICEF menyerahkan kekayaannya kepada pemerintah Indonesia, pemerintah menunjuk PT Kimia Farma sebagai pengelola dan Sari Husada sebagai salah satu unit dari Kimia Farma. Untuk meningkatkan permodalan PT Kimia Farma mengadakan joint venture dengan PT Tigaraksa dengan komposisi modal Kimia Farma sebesar 55 % dan Tigaraksa sebesar 45 %, dan perusahaan menjadi PT. Sari Husada .
Pada tahun 1983 PT. Sari Husada go publik dan komposisi modalnya menjadi Tigaraksa 39.5 %. Kimia Farma 33.5 % dan Masyarakat 27 % dan terakhir pada tahun 1992 Tigaraksa memiliki 13.4 % dan mengontrol 61,4 % yang dimiliki PT Tigaraksa Satria.
Bab II. Latar Belakang
Kegiatan Penunjang berupa :
Rencana dan strategi PT Sari Husada adalah :
-
Melakukan perbaikan makanan bayi di Indonesia.
-
Membimbing ibu-ibu muda agar mengetahui kebutuhan makanan bayi.
-
Pengembangan dan menciptakan industri makanan bayi.
-
Meningkatkan standar hidup masyarakat terutama mereka yang tidak mempunyai pekerjaan.
-
Melakukan impor terhadap produk susu bubuk
Sebagai supponing terhadap rencana strategi tersebul PT Sari Husada melakukan perencanaan untuk : Melakukan perbaikan kapasitas dan kualitas produksi dengan mengganti beberapa peralatan pabrik yang sudah tua membeli mesin yang lebih modern, serta melakukan pelatihan terus menerus terhadap sumber daya manusianya, Menciptakan produk baru yang ditujukan kepada segmen kelas atas dengan harga yang sesuai kualitas untuk meningkatkan pendapatan perusahaan.
Dan identikasi yang dilakukan oleh perusahaan terhadap ancaman dan lingkungan diluar terdapat tujuh faktor yaitu :
-
Peningkatan kekuatan dan pesaing.
-
Keterbatasan perusahaan untuk melakukan perluasan pabrik sehingga harus mencari lokasi baru untuk melakukan perluasan.
-
Kebijakan uang ketat yang berjangka panjang, akan membuat sulit untuk membayar hutangnya.
-
Pembatasan pemerintah untuk melakukan distribusi dari produk untuk contoh
-
Pembatasan untuk melakukan impor susu bubuk.
-
Kesulitan untuk mendapatkan bahan mentah yang sesuai kualitas dan kuantitasnya.
Pesaing
Terdapat 5 produsen besar susu bayi untuk dipasarkan di Indonesia yaitu :
1. PT. Food Specialities Indonesia (Nestle formula brands)
2. PT. Mirota KSM Inc. (Lactona, an Indonesian brand)
3. PT. Nutricia Sejahtera Indonesia (Nutrilon, a Dutch brand)
4. PT. Sari Husada
5. PT. Sugizindo (Wyeth, an Amencan brand).
Produk – produk PT. Sari Husada.
Sari Husada meproduksi beberapa formula dibawah lisensi beberapa produsen dari Luar negri yaitu Dumex (Denmark), Birchtree dan Nutricia (Jerman) dan BMT (Jepang). produk ini menyumbang pendapatan sekitar 3,5 % perusahaan juga melakukan kontrak untuk melayani pemrosesan susu dengan suhu yang sangat tinggi tehnnik ini untuk membuat dan mengawetkan produk susu cair yang masih dapat diminum setelah tiga bulan tanpa harus dimasukkan dalam lemari pendingin, disamping itu Sari Husada juga menerima jasa membungkus dan mengepak Milco UHT untuk PT Mitra Sarana Purnama (Hero Supermaket). Lipton Lemon Flavored Ice Tea, PT Aqua Golden Mississipi penjualan untuk UHT tidak banyak untuk dapat diekspektasikan karena hanya menyumbang sekitar 1% dari total pendapatan perusahaan Sari Husada memperkenalkan susu full cream milk powder untuk industri (FCM) Disamping itu juga menemukan produk baru berupa UHT fruit juices. PT Tigaka merupakan distributor untuk produk Sari Husada ke pengecer kecil.
Sumber Daya Manusia
Sari Husada mempunyai struktur organisasi yang vertikal dengan 5 level manajemen antara Direksi sampai pekerja yang terendah , 45 % dari total karyawan merupakan bidang produksi . Perusahaan mempunyai 2 tingkat manajer tengah dan 2 tingkat manajer pertama. 21 kepala biro dan 64 kepala seksi merupakan manajemen tingkat satu , individual ini dipilih berdasarkan kemampuan untuk memimpin beberapa orang manajer tingkat pertama selalu mengikuti pendidikan yang lebih tinggi dibidangnya dan bidang manajerial.
Sari Husada menggunakan proses tehnologi secara terus menerus dan apabila mesin pabrik dihentikan biayanya Sarigat . Sari Husada mempunyai 3 katagori karyawan. yaitu 80 % karyawan tetap dan mempunyai tugas yang tetap- gaji yang diberikan berdasarkan struktur gaji yang telah ditetapkan dan insentif serta lembur. Yang merupakan biaya tetap perusahaan. Sedangkan 2 katagori lainnya adalah karyawan kontrak. dan karyawan borongan. Kedua katagori tersebut diperlukan apabila karyawan tetap libur atau cuti. Tenaga kontrak dan borongan enerima penghasilan secara paket berdasarkan ketentuan sekitar 100 karyawan pindahan dan Tigaka karena Sari Husada menangani promosi untuk aktivitasnya sendiri.
Pengembangan Teknologi
Terdapat 6 alasan dengan rendahnya pemanfaatan mesin produksi:
1. Menggunakan banyak mesin yang lama sehingga sulit untuk meningkatkan kemampuannya.
2. Kapasitas yang terbatas karena adanya pembatasan produksi.
3. Permintaan yang tidak pasti dari kontrak-kontrak diluar perusahaan
4. Penerimaan yang terbatas untuk produk Sari Husada
5. Insentif yang rendah untuk karyawan dengan posisi kunci
6. Adanya masalah koordinasi antara bagian produksi dan pemasaran
Ultra High Temperature proses memproses susu dan fruit juice yang telah dikemas di tetra pack tanpa harus dimasukkan dalam lemari pendingin. Sari Husada mulai mengoperasikan UHT pada tahun 1983 dengan menggunakan Tetra pack laminator buatan Swedia. dengan kapasitas produksi 2 ribu liter pada tahun 1991 walaupun tidak cukup profitable untuk beroperasi. kontrak penggunaan UHT dengan Lipton Tea adalah untuk meningkatkan pemakaian peralatan UHT.
Peraturan pemerintah yang mengatur tentang produksi susu segar secara umum juga berlaku untuk Sari Husada untuk setiap kali melakukan impor bahan baku berupa skim milk powder harus mempunyai sertifikat telah menggunakan susu segar lokal sehingga setiap melakukan impor skim milk powder sebanyak 1 liter , harus menggunakan 4 liter susu segar. Sari Husada membutuhkan 2000 ton impor skim milk powder setiap tahunnya.
Pembelian
Agar Sari Husada tidak mengeluarkan biaya pembelian sertifikat impor maka Sari Husada harus memproses susu segar lebih banvak lagi untuk memenuhi kebutuhannya sendiri maupun perusahaan lainnya.
Sari Husada membeli susu segar dari peternak lokal dibawah KUD sebagai pengembalian pinjaman dengan bunga murah maka peternak harus menjual susu segarkepada KUD dengan harga lokal, tanpa pengembangan yang memadai para peternak tidak akan mempunvai ketrampilan pengalaman. sumberdaya dan insentif untuk melakukan produksi susu segar dengan kulaitas yang tinggi, sedangkan Sari Husada hanya membutuhkan sekitar 3 % susu segar dari peternak lokal.
Keuangan
Untuk menekan inflasi pemerintah Indonesia membuat kebijakan tight money policy sejak tahun 1990. bunga pinjaman sekitar 30 %, sedangkan bunga deposito sekitar 15 – 20 % membuat kesulitan untuk melakukan investasi sehingga iklim untuk ekspansi menjadi turun hal ini juga menyebabkan Sari Husada kesulitan dalam bidang keuangan khususnya dalam melakukan pembayaran terhadap pinjamannya, Perusahaan pada tahun 1992 mempunyai asset sebesar Rp. 50 Milyar naik dari Rp. 16 Milyar di tahun 1985, Ekspansi dilakukan dengan menggunakan modal dan pinjaman jangka pendek, sedangkan pinjaman jangka panjang merupakan pinjaman dalam bentuk leasing untuk pembelian instalasi New Niro spray dryer.
Rencana yang akan datang
Eksekutif Sari Husada mempunyai beberapa tantangan . yaitu meningkatkan penjualan per unit untuk meningkatkan pendapatan dan meningkatkan penggunaan pabriknya sesuai dengan kapasitasnya. Apa yang dilakukan perusahaan untuk meningkatkan penjualannya?. Issue yang kedua adalah mengenai rencana anak perusahaan yaitu Tigaraksa Satria apakah masih milik dari Sari Husada apabila Tigaraksa mengambil alih aktivitas pemasarannya tinggal Sari Husada bertanggung jawab terhadap produksi apakah Tigaraksa merencanakan untuk menjual Sari Husada kepada Investor lainnya
Masalah Internal vang merupakan ancaman yang serius yaitu :
-
Haruskah perusahaan tetap menggunakan Tigaka untuk mendistribusikan produk?, jika tidak pilihan apa yang bisa dilakukan .
-
Akankah karyawan akan menerima rencana sistem penggajian yang baru tanpa melakukan penurunan produksi dan meningkatkan
biaya perbaikan disebabkan karena rasa tidak puas dari karyawan yang mempunyai masa kerja yang lama ?
Apa yang dapat dilakukan untuk mernperbaiki jadwal produksi ?
Usaha peningkatan pemasaran dan pengembangan produk akan menambah pengeluaran, untuk itu dari mana Sari Husada mendapatkan dana
Perusahaan juga mempunyai tekanan dari eksternal , yaitu
-
Akankah penjualan dari formula untuk bayi akan tidak berkelanjutan karena pemerintah telah melakukan pembatasan ? , Apa yang
akan dilakukan apabila hal itu terjadi dan penjualan produk apa yang dapat menggantikan posisi formula untuk bayi sesuai posisi semula ?
Sari Husada dapat memperluas hal-hal yang penting dan berusaha untuk menolong peternak lokal karena ketentuan pemerintah sehingga membangkitkan produksi susu domestik. Akankan hal ini akan berkelanjutan? Dapatkah perusahaan membimbing peternak untuk bisa mandiri tanpa dibantu dana dari aktivitas lainnya
Bab III. Pembahasan3.1 Analisa SWOT :
Stregth (Kekuatan) :
¨ Aset PT. Sari Husada termasuk besar
¨ Didukung oleh pemerintah
¨ Merk dagang sudah cukup dikenal
Weakness (Kelemahan)
¨ Distribusi bergantung pada Tigaka
¨ Sistem penggajian yang baru menimbulkan ketidak puasan karyawan
¨ Utilisasi mesin 6.62% yang rendah menimbulkan fixed cost/expenditure yang besar
¨ Pemasaran yang lemah mengganggu jadwal produksi
Opportunities (Peluang)
¨ PT. Sari Husada merupakan hibah dari UNICEF sehingga aset total menjadi equity
¨ Pangsa yang besar di Indonesia dimana tiap tahun lahir bayi sebesar 3,5 juta
¨ Lisensi Dumex (Denmark), Birchtree dan Nutricia (Jerman) dan BMT (Jepang)
¨ Produksi susu segar lokal rata-rata mutunya cukup baik : rejeted < 6%Threats (Ancaman)
¨ Pesaing merupakan perusahaan yang kuat dan canggih
¨ Kecuali SGM-2 produk Sari Husada tidak sukses
¨ Manajemen Perusahaan dengan sistem birokrasi pemerintahan
¨ Produksi susu lokal hanya 1/3 pasar terbuka rentan terhadap valas
¨ Short term debt terlalu besar = 40 % dari equity di tahun 1991
Keputusan Strategis yang disarankan menurut teori untuk diambil
Strategi Manajemen Pemasaran :
1. Pertahankan produk yang menunjang produk lain
2. Antisipasi situasi ekonomi, selera pelanggan, dll., yang cepat berubah.
3. Identifikasi produk lemah, lakukan product pruning (pemangkasan).
4. Utamakan produk dengan patent cost hampir habis ter-amortisasi,
5. Stock bahan dan barang jadi sedang rendah,
6. Existing customer mau menerima produk pengganti.
7. Exit barriers rendah : keluar sebelum decline
8. Customer pruning.
9. Investasi tambahan:
¨ Untuk pasar/Produk berjangka panjang.
¨ Investasi dimana dominasi pasar terbaik.
10. Tahan investasi, bila situasi takpasti.
11. Divestasi, terkait product pruning, volume pruning, segment pruning, customer pruning.
Strategi Manajemen :
Gambar A-1
Penilaian peluang-peluang uasaha dalam kepemimpinan biaya serta contoh cara usaha mencapai keunggulan bersaing melalui kepemimpinan biaya menurut teori.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
A. Keahlian dan sumberdaya yang memelihara kepemimpinan biaya
¨ Penanaman modal yang berkesinambungan dan saluran modal
¨ Keahlian tehnik pemrosesan
¨ Pengawasan seksama pada karyawan inti atau operator tehnik
¨ Produk atau pelayanan dirancang mudah dibuat dan dikirim
¨ Sistim distribusi biaya rendah
B. Kebutuhan Organisasi untuk mendukung dan menjaga kegiatan-kegiatan kepemimpinan biaya
¨ Pengendalian biaya secara ketat
¨ Seringnya dibuat detail laporan-laporan pengendalian
¨ Penyempurnaan terus-menerus dan orientasi benchmarking
¨ Organisasi terstruktur dan tanggung jawab
¨ Insentif berdasarkan ketepatan, biasanya target-target kwantitas
Bab III. Kesimpulan
Dari uraian diatas bila diproyeksikan berdasarkan data th 1985 sampai 1992 maka beban hutang jangka panjang PT. Sari Husada akan mengalami kenaikan berlipat ditinjau dari kurs dollar saat ini dibandingkan pada saat hutang dibuat, sedangkan pesaingnya juga bertambah banyak, disamping efisiensi tenaga kerja yang terlalu bengkak, maka strategi diatas apabila masih sulit juga, maka Setelah keluar dari BEJ dan BES, Apakah penjualan perusahaan adalah suatu pilihan yang bagus? Dapatkah dibenarkan manajemen dapat dikelola secara swasta penuh? Apakah tehnologi luar yang global lebih efisien?.
Dan Koran Kompas hari ini merelease berita RUPS Setuju Sari Husada Keluar dari Bursa Efek
Wow ini skripsi apa postingan blog.. Lengkap banget.. researchnya top..
terima kasih banyak ya mas or mbak, the article is very helpful,my assaignnment will be complete in five days. Punya bahasan tentang strategi penyehatan dan pertumbuhan pt.kimia farma apotek ? i hope you have, thaks any way.
terima kasih utk penulis…
saya seorang analis yg akan pkl di salah satu anak perusahaan PT Sari Husada(PT Sugizindo)…
artikel ini cukup membantu saya untuk mencari informasi…
bole jg artikelnya..btw ada artkel yang mengupas “perubahan sistem management” pada bisnis/organisasi tertentu ga ?
sarihusada perusahaan besar…
saya yakin SH bisa berkembang walaupun telah kelaur dari BEJ…
hidup SH
saya kira SH akan tetap jaya soalnya SH suatu perusahaan yg sgt besar,bahkan saya kira perusahaan susu terbesar se Asia tenggara.
Tulisan yang sangat menarik..
Trims ya.. saya harap SH dapat menyelesaikan semua PR nya..
So we can still competing..
postingan nya bagus tapi sayang itu info bahulaq
ok
thx infonya
hegh!!! napa yah…yang kepilihg jadi MT di jobfair 2008 cuma yang dari sekolah beken doang…tetangga sendiri gak diakuin….beri kesempatan dunk???? hajar!!!
hi Nolak, kayaknya SH sangat profesional memilih MTnya, bukan permasalahan tetangga atau tidak, tapi lebih ke arah kualitas aja..hehe
cheers
Thanks… Bgt. tapi uraian untuk strategi weekness nya mana?
tigaka nya mana?