Misalnya, di toko-toko/supermarket ada harga "biasa" yang ditinggikan, kemudian mengumurnkan "obral" atau "diskon sampai 70%" pada harga yang mendekati harga sehari-hari sebelumnya.
Bagaimana jika penjual menawarkan persyaratan harga yang berbeda untuk orang yang berbeda dalam kelompok perdagangan yang sama. Misalnya menjual dalam jumlah besar …?? Atau menjual murah pada kerabatnya, kroninya, sukunya kemudain dijual dipasar lebih mahal lagi ??? Atau menjual di bawah biaya dengan maksud menghancurkan persaingan. Bagaimana komentar anda ….??
Etika mengenai pematokan harga, diskriminasi harga, dan predatory pricing
25 Mei, 2008 oleh getuk





say pernah menonton salah satu film yang temanya seperti postingan ini. ceritanya tentang suatu supermarket yang dibangun di tengah” suatu pasar tradisional. pada awalnya memang si supermarket memonopoli karena harganya miring, tapi kemudian pasar tradisional melawan dengan membentuk serikat dagang sehingga dapat memberikan bonus” yang menarik. kemudian akhirnya terjadi perang harga. nah karena perang harga kedua pihak sama” susah, akhirnya kedua belah pihak bernegosiasi untuk berbagi pangsa pasar. memang harga biasanya menjadi faktor utama di persaingan, tetapi faktor lain seperti VAS bisa menjadi daya saing yang tidak kalah penting.
Wah kalo begitu benar-benar akal2an aja donk. ndak benar tuh
Dalam kajian ekonomi, hal tersebut merupakan transaksi dalam hubungan istimewa dgn tujuan akhir adalah memperoleh keuntungan yang semakin besar. Saya tidak setuju dgn transaksi model ini karena secara umum akan merugikan konsumen pada akhirnya. namun adakalanya transaksi hubungan istimewa menguntungkan konsumen dan merugikan kompetitor, namun bgmnpun juga transaksi seperti ini merupakan bentuk persaingan yang tidak sehat.
Info harga mobil, please visit web mobil bekas