4. Growth Pole Theory

Teori ini berdasar pada industri dengan sasaran pengembangan industri berbahan baku dari daerah lain sehingga pertumbuhan industri macam ini selain mendorong ekonomi lokasi industri, juga mampu meneteskan pertumbuhan ekonomi ke daerah lain. Proses pengembangan lokasi industri ( propulsive industry) merupakan kutub pertumbuhan ( Growth Pole). Kelebihan dan atau kelemahan pertumbuhan ekonomi sangat bertumpu pada adanya "Propulsive Industry” dan ada kecenderungan tejadi aglomerasi industri sehingga kota kota sebagai "Growth Pole” tumbuh terlalu cepat. Pada penerapannya kutub pertumbuhan ini dikembangkan sebagai pusat pertumbuhan strategis. Satu hipotesa yang dapat dikemukakan dalam teori ini dimanifestasikan dalam variabel laten lokasi diukur jaraknya terhadap pusat-pusat kegiatan ekonomi apakah ada pengaruhnya terhadap peranan ekonomi satu kawasan

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Ekonomi Lokal. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 4. Growth Pole Theory

  1. abdullah berkata:

    minta rumusnya dong

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s