Dipenghujung akhir tahun ini Prita Mulya Sari terbukti bebas. Dan tidak ada bukti tindak pidana. Oleh sebab itu perdatanya jadi ruwet. Pidana jadi bukti untuk perdata. Memang sudah menurut kodratnya bidang hukum itu satu rumpun dengan cabang ilmu empiris analitis ( Prof. Koento Wibisono) hendaknya saling menyapa dengan cabang yang lain bukannya hegemoni intelektual hukum [...]
Arsip untuk ‘Filasafat Ilmu’ Kategori
Keputusan bebas murni Prita Mulya Sari 2009
Diposkan dalam Filasafat Ilmu pada 29 Desember, 2009 | Komentar Dimatikan
Selamat datang Kepastian Hukum di dunia Empiris Analitis
Diposkan dalam Filasafat Ilmu pada 12 Desember, 2009 | Leave a Comment »
Sudah saatnya kaum Sosial Kritis memahami filsafat ilmu yang dalam hal ini sudah di jelaskan oleh Prof. Koento Wibisono pada jaringan ilmu yang saling menyapa. Dalam hal ini cabang Ilmu Empiris Analitis mencegah cabang ilmu Sosial Kritis dari bahaya penciptaan mitos-mitos yang timbul karena sosio-analitis yang terlalu ideologis. cabang Ilmu yang Empiris Analitis yang eksak [...]
Makna matematika lambang kerajaan Majapahit menurut hemat saya.
Diposkan dalam Logika Matematika pada 12 Desember, 2009 | Leave a Comment »
Satu Lingkaran Luar Terdiri dari Delapan Sektor. Satu lingkaran dalam juga terdiri dari delapan sektor, tapi dengan pergeseran fasa. Jika satu lingkaran = 360o maka satu sektor adalah 360/8 = 45o. Nah dari sini saja sudah jelas adalah tahun 1945 tahun KEMERDEKAAN Indonesia. Kemerdekaan luar Indonesia dan kemerdekaan dalam Indonesia. Kemudian 8 sektor juga bisa [...]
Jika larung sesaji di laut dengan menggunakan penanaman terumbu karang
Diposkan dalam Logika Matematika pada 6 Desember, 2009 | Leave a Comment »
Sudah lama gak berkhayal.Sekaranglah suka suka menikmati khayalan. Seperti yang kita ketahui didesa desa masih banyak orang yang melarung sesaji ke laut. Jika saja larung sesaji ini ditambahi dengan cangkokan terumbu karang yang disiapkan terlebih dahulu. Jika saja juga untuk hari hari besar nasional yang disponsori pemda setempat ada acara larung terumbu karang cangkok [...]
Khayalan Kepadatan Ikan di satu lokasi Terumbu Karang
Diposkan dalam Logika Matematika pada 6 Desember, 2009 | Leave a Comment »
Tulisan ini sudah saya posting di blog saya yang lain Setelah berkhayal tentang KTKn ( Kepadatan Terumbu Karang hidup setelah ditanam n kali ), khayalan selanjutnya adalah berapa rata rata kepadatan populasi ikan diatas terumbu karang hidup ( KPIn). Khayalannya yaitu semakin padat terumbu karang (KTKn) semakin banyak ikannya. Dan Semakin tebal terumbu [...]
Kontempelasi dari filsafat tentang manajemen itu apa ya ?.
Diposkan dalam Filasafat Ilmu, artikel-manajemen pada 4 Desember, 2009 | Leave a Comment »
Komentar terbaru dari mas Irfan, mbak Indah Mutiara dan mbakDessy Elliyana dengan pertanyaan : kontempelasi dari filsafat tentang manajemen itu apa ya ?. Jawaban: Filsafat manajemen itu menurut hemat kami lebih tepatnya aliran ( mashab) manajemen. Dan kalau mashab tentu ada pelopornya dan ada pengikutnya. Seperti yang kita ketahui semua, dan sekedar mengingat kembali Aliran [...]
Daya pikir dan daya khayal menurun
Diposkan dalam Logika Matematika pada 3 Mei, 2008 | Leave a Comment »
Sangat besar bedanya hidup dilokasi yang tenang seperti di gunung atau didesa, dengan di kota yang bising dan penuh kesibukan. Mudah sekali kehabisan ide untuk ditulis , sementara resiko ngeblog salah satunya adalah harus nulis terus, tiap hari maka paling larinya ke logika matematika. Kadang logika bisa menimbulkan khayalan yang indah, namun kalau sudah sumpeg biarpun rumus [...]
Khayalan Membangun Lapangan Terbang dengan Biaya Rp 0,000001,–
Diposkan dalam Logika Matematika, Label bencana, Budaya, Daerah, hankam, Nasional, Politik, Sejarah, SENI BUDAYA, serba-serbi, sosial, Surat sahabat pada 12 April, 2008 | Leave a Comment »
Tulisan ini menyambung komentar sdr Tanawali “Cara Praktis Andil Menata Peradaban !!” , ilmu yang tidak bertepi itu seperti khayalan tak bertepi ini. Contoh penemuan ide baru / cara pandang baru tentang runway dan taxiway maupun apron lapangan terbang. Berapa jumlah lapangan terbang di Indonesia, berapa yang berada didaerah terpencil, berapa biaya membangun satu landasan [...]