Keputusan bebas murni Prita Mulya Sari 2009

Dipenghujung akhir tahun ini Prita Mulya Sari terbukti bebas. Dan tidak ada bukti tindak pidana. Oleh sebab itu perdatanya jadi ruwet. Pidana jadi bukti untuk perdata. Memang sudah menurut kodratnya bidang hukum itu satu rumpun dengan cabang ilmu empiris analitis ( Prof. Koento Wibisono) hendaknya saling menyapa dengan cabang yang lain bukannya hegemoni intelektual hukum dengan kemauannya sendiri yang melawan hukum kodrat.

Praktisi Hukum tidak boleh mendekat pada intrik politik kekuasaan yang menciptakan hukum itu sendiri. Seperti tidak mendekat pada panasnya matahari. Janganlah hegemoni hukum mendekat pada keuntungan ekonomi sepihak yang tidak adil. Janganlah hegemoni hukum tidak mensejahterakan rakyat umum dan/atau tidak membuat ketenteraman dan keamanan pasien sebagai bagian dari masyarakat umum dari segala strata kehidupan. (Ingat juga kasus Jared dan Jayden yang kehidupan normalnya hilang).

Praktisi hukum sadarlah, bahwa Masyarakat Empiris Analitis adalah tempat anda; kediaman anda; bidang kerja anda; lingkungan kehidupan anda; bersama sama masyarakat di ruang empiris analitis lain yang saling menyapa.
Tugas mulia dan tantangan ada di pundak anda masyarakat hukum , hantarkanlah bangsa ini melalui dunia empiris analitis menuju kemakmuran dan kemajuan bangsa. Hantarkanlah kedunia makro sampai kebulan sampai ke planet planet diangkasa luar dan jagad raya di alam semesta ini yang luas ini.
Kepada masyarakat hukum melalui empiris analitis hantarkanlah bangsa ini sampai kejagad mikro sampai ke atom atom muon gluon sampai ke meson dan baryon dll. janganlah terkungkung atas silaunya harta yang sumpeg pengap dan menyesakkan dengan cara yang tidak menyapa.

Selamat Bebas kepada Prita Mulya Sari dan
Selamat Datang Bidang Hukum Didunia Empiris Analitis.

Dipublikasi di Filasafat Ilmu

News, Articles & Reviews

News, Articles & Reviews

egara-negara di kawasan Teluk selangkah lagi menuju penyatuan mata uang dengan dicanangkannya pembentukan pakta kesatuan moneter dalam pertemuan puncak (KTT) Badan Kerjasama antar Negara Teluk (GCC) yang berakhir di Kuwait City, Selasa.Khaleej dari Times online, Kuwait melaporkan
News, Articles & Reviews

Dipublikasi di Analisa Proses Hirarki | Meninggalkan komentar

Selamat datang Kepastian Hukum di dunia Empiris Analitis

yang waris uu untuk uns undang uii tidak tertulis tersebut termodinamika terminologi terhadap teori tentang telah taurat tata tangga tanah tahun supremasi sumber sula subjek sosiologi snellius skripsi sistem singh sejarah sarjana s2 s1 rumah proses prinsip positif politik pidana perusahaan pernikahan perlindungan perkembangan perkawinan perjanjian perdata perdamaian perbuatan perbedaan perbankan perbandingan peraturan peradilan pengurusan pengganti pengertian pengadilan penerapan penelitian penegakan pendidikan pemerintah pdf pandangan pajak organisasi orang oral online onani nikah newton negara nasional nama mp3 mlm merupakan mere menurut menteri mengenai melawan masturbasi masalah malaiholo makalah lyrics lingkungan lembaga law landasan kutunggu kuliah kuhperdata kuh kucuk korupsi kontrak konsumen konsultasi kompilasi kesehatan kepastian kepailitan kekerasan kekekalan kejahatan kasus kantor kamus kaidah jurusan jurnal jual jo istilah islam investasi internasional indonesia ilmu idul hukum hudud hubungan harvey ham hakam gigi fungsi forex fitri filsafat fazil fakultas euthanasia ekonomi doc dilakukan di departemen dengan definisi dasar dapat dan dalam dagang contoh common chand campuran bunyi buku boyle bisnis bidang berita beli bantuan bahwa badan asuransi aspek asas artikel arti archimedes arbitrase apa akhirnya aka ahli agraria agama administrasi adat adalah acara abdullah

Sudah saatnya kaum Sosial Kritis memahami filsafat ilmu yang dalam hal ini sudah di jelaskan oleh Prof. Koento Wibisono pada jaringan ilmu yang saling menyapa. Dalam hal ini cabang Ilmu Empiris Analitis mencegah cabang ilmu Sosial Kritis dari bahaya penciptaan mitos-mitos yang timbul karena sosio-analitis yang terlalu ideologis. cabang Ilmu yang Empiris Analitis yang eksak terukur terkwantifikasi seperti nilai uang yang terukur dan terkwantifikasi nilainya akan mengalahkan mitos mitos yang timbul karena sosio analitis ideologis seorang wakil kepala negara, ataupun menteri dengan segala previlegenya. Hukum kini sudah bergeser menjauh dari rumpun Sosial Kritis sehingga sudah saatnya tidak bisa dimanipulasi untuk kepentingan kepentingan politik dan ekonomi tertentu. Lupakan masa lalu dimana Hukum masih senasib sepenanggungan dengan Sosial Kritis. Hegemoni politik dan hegemoni ekonomi terhadap hukum yang diistilahkan Supremasi Hukum sudah bergeser. Hukum sudah mulai eksak, tertimbang seperti lambang utama pro justisia yang berupa timbangan untuk mengukur berapa gram beratnya masing masing timbangan, terukur, eksak secara empiris dan analitis. Namun juga harap selalu diingat jaringan segitiga ilmu yang saling menyapa ini. Ya kasus hukum saat ini merupakan TONGGAK SEJARAH filsafat ilmu yang sangat penting bagi bangsa ini. Apakah masih condong ke sosial kritis maupun historis hermeneutis atau mandiri dalam KEPASTIAN HUKUM yang EMPIRIS ANALITIS. Memang dibutuhkan sedikit pahlawan dan keikhlasan berkorban demi tonggak sejarah ini. Selamat Datang Kepastian Hukum di dunia Empiris Analitis.

Dipublikasi di Filasafat Ilmu | Meninggalkan komentar

Makna matematika lambang kerajaan Majapahit menurut hemat saya.

arok arts budha drama dyah empires gadjah gajah gajahmada gold hindu history hotel indonesian kali kebudayaan kemerdekaan ken kerajaan kertanegara king kingdom kingdoms kresna kutai mada mahapatih majapahit makam malaya martial mojopahit nasional naskah of pahlawan palapa pasai patih pedang perang peristiwa pitaloka prasasti rengasdengklok samudra sejarah shangrilla silat silsilah singhasari singosari songo sriwijaya story sumpah sunan surya tarumanegara the theme tokoh wali wiki wikipediaSatu Lingkaran Luar Terdiri dari Delapan Sektor. Satu lingkaran dalam juga terdiri dari delapan sektor, tapi dengan pergeseran fasa. Jika satu lingkaran = 360o maka satu sektor adalah 360/8 = 45o. Nah dari sini saja sudah jelas adalah tahun 1945 tahun KEMERDEKAAN Indonesia. Kemerdekaan luar Indonesia dan kemerdekaan dalam Indonesia. Kemudian 8 sektor juga bisa diartikan bulan Agustus. Dan bila 8 sektor bergeser 0.5 fasa menjadi total 8 + 8 = 16 sektor. Jadi angkanya adalah 16 Agustus 1945. Ya kalau tanggal itu diramal sejak Abad XII-XV sudah relatuf sangat akurat, Tanggal 16 / 8 / 1945 yang bergeser .5 fasa menjadi tanggal 17/8/45. Paling tidak menulis dan menyiapkan Naskah Proklamasinya satu hari sebelumnya. Berarti fakta selanjutnya adalah penanggalan Majapahit mengikuti siklus Matahari, sesuai dengan Negara kita yang ada di zona tropis. Pasan saya adalah janganlah kita terputus komunikasi dengan leluhur kita, janganlah kepaten obor, janganlah nama nama kerajaan yang mulia dicomot begitu saja oleh etnis lain, kemudian dihancurkan dengan perilakunya sendiri yang busuk seperti news maker saat ini, teruslah berkreasi berinovasi memaknai artefak artefak leluhur kita.

Dipublikasi di Logika Matematika | 3 Komentar

Koin Prita Mulayasari menunjukkan kerancuan berpikir Kebijakan Uang Logam BI

100 1000 200 25 50 500 antik asing asli bahan barang baru batu belanda beli benda beredar bisnis cari cina ciri contoh daftar dan di duit emas fungsi gambar giral harga iklan indonesia jaman jenis jepang jual kartal katalog kertas koin koleksi kolektor kuno lama langka logam lukisan mata membersihkan palsu patung pecahan pembuatan pengertian penukaran perak pertama ri rp rupiah sejarah seratus seribu situs soekarno sukarno toko tongkat uang unik vocSetelah kita melihat kenyataan bahwa banyaknya uang logam RI yang terkumpul untuk Prita Mulyasari mulai nampak kesulitan dalam menghitungnya. Uang Logam harus dikelompokkan menjadi koin yang sejenis, terus dihitung apa lagi Uang Logam dengan nilai yang sama misalkan Rp. 500,- ada bemacam macam .. semakin membingungkan memghitung uang logam RI. Ini kebijakan BI dan CS nya Menteri Keuangan.

Seharusnya misalkan begini … Rp.100,- = logam 1 gram ; Rp 200,- = logam 2 gram ; Rp 500,- = logam 5 gram dan seterusnya. Nah dengan ini mudah menghitungnya uang logam ditimbang dikalikan dengan nilainya per satuan berat didapat nilai rupiahnya. Jadi 1 kg uang logam adalah senilai = 1000/1 * Rp.100,- = Rp. 100.000,- nah ini mudah. Tapi kenyataanya dari kasus koin Prita Mulayasari mengitungnya saja harus dikeroyok 10 orang ribet. Dari sini tidak heran kalau kebijakan BI + Menkeu sangat lihai membingungkan rakyat termasuk tapi tidak dibatasi kasus Bank Century.

Dipublikasi di Keuangan | 4 Komentar

Jika larung sesaji di laut dengan menggunakan penanaman terumbu karang

DSCF1762 Sudah lama gak berkhayal.Sekaranglah suka suka menikmati khayalan. Seperti yang kita ketahui didesa desa masih banyak orang yang melarung sesaji ke laut. Jika saja larung sesaji ini ditambahi dengan cangkokan terumbu karang yang disiapkan terlebih dahulu. Jika saja juga untuk hari hari besar nasional yang disponsori pemda setempat ada acara larung terumbu karang cangkok besar besaran. Juga bisa dijual ke turis dengan turis mancangkok terumbu karang secara kolektif kemudian dilarung kelaut. Ya jika saja dilakukan sesering mungkin … tumbuh suburlah terumbu karang di pantai. Ikan melimpah . Khayalan dilanjutkan dengan rumusss …. Namanya Rumus Aswo seperti nama saya yang berkhayal ini

Rumus Aswo :

KTK n = K0 + a x ∑ bi / Li

= K0 + a x ( b1 / L1 + b2 / L2 + ……… + bn / Ln )

Dimana:

K0 = Kepadatan Awal sebelum ditanami terumbu karang [ karang/m2]

KTK = Kepadatan Terumbu Karang hidup yang ditanam disatu lokasi [karang/m2]

n = sudah berapa kali dilokasi itu ditanami [ ]

bi = banyaknya terumbu karang yang ditanam di saat i [ unit ]

Li = luas lokasi yang ditinjau di saat i [ m2 ]

ai = faktor keberhasilan penanaman terumbu karang i [ % ]

Hal hal teknis bisa didiskusikan, tapi ide awal udah kepegang . Inilah yang dinamakan METATEOREMA. Naah mudah khan bikin rumus … ayo berkhayal bikin rumus yang lain … jangan hanya ngemis rumus dari negara asing … ayooo … ciptakan rumus ….. kemudian disempurnakan dengan penelitian, yang penting ide dasar ( initial metatheorms).

Tulisan ini sudah saya posting di blog saya yang lain images-ikan terumbu karangSetelah berkhayal tentang KTKn ( Kepadatan Terumbu Karang hidup setelah ditanam n kali ), khayalan selanjutnya adalah berapa rata rata kepadatan populasi ikan diatas terumbu karang hidup ( KPIn). Khayalannya yaitu semakin padat terumbu karang (KTKn) semakin banyak ikannya. Dan Semakin tebal terumbu karang (Ttk) semakin banyak ikannya. Jumlah ikan juga bergantung pada kedalaman rata rata terumbu karang dari permukaan rata rata air laut ( Hi). Akhirnya didapat Rumus Kepadatan Populasi Ikan ( KPIn) ( Rumus Aswo II )

KPIn = fi * KTKn * Ttk / ( Hi * Li )

KPIn = Kepadatan ikan disatu lokasi per m3 air laut setelah n kali penanaman terumbu karang [ ikan/m3]
KTKn = Kepadatan Terumbu Karang setelah n kali ditanami [ karang / m2]
Ttk = Tebal Terumbu karang [ m]
Hi = Kedalaman terumbu karang dari muka air laut rata rata [ m]
Li = Luas Area terumbu karang yang ditinjau [ m2]
fi = faktor kesukaan ikan tinggal disatu lokasi [ faktor Aswo]

Mencari dimensi faktor kesukaan ikan ( faktor Aswo II )

images-ikan terumbu karang 1[ikan/m3 ] = fi * [karang/m2] * [m] / [ m2 * m]
[ikan/m3 ] = fi * [ karang/m5 * m ]
[ikan/m3 ] = fi * [ karang/m4 ]
fi = [ ikan * m1 /karang] = faktor Aswo II ( nama saya dunk). Ayo jangan membebek sama NEOLIB , kita mengarang rumus sendiri … kahayalan .. kalau setiap Blogger punya ide mengarang rumus sendiri akan bertaburan jutaan rumus-rumus baru seperti bertaburannya lagu lagu baru para musisi. Dengan data statistik faktor fi benar benar bisa di eksplorasi. he he .. sudah seperti ilmiah khan .. seperti yang mulia Sir Newton he he …

Dipublikasi di Logika Matematika | Meninggalkan komentar

Khayalan Kepadatan Ikan di satu lokasi Terumbu Karang

Tulisan ini sudah saya posting di blog saya yang lain images-ikan terumbu karangSetelah berkhayal tentang KTKn ( Kepadatan Terumbu Karang hidup setelah ditanam n kali ), khayalan selanjutnya adalah berapa rata rata kepadatan populasi ikan diatas terumbu karang hidup ( KPIn). Khayalannya yaitu semakin padat terumbu karang (KTKn) semakin banyak ikannya. Dan Semakin tebal terumbu karang (Ttk) semakin banyak ikannya. Jumlah ikan juga bergantung pada kedalaman rata rata terumbu karang dari permukaan rata rata air laut ( Hi). Akhirnya didapat Rumus Kepadatan Populasi Ikan ( KPIn) ( Rumus Aswo II )

KPIn = fi * KTKn * Ttk / ( Hi * Li )

KPIn = Kepadatan ikan disatu lokasi per m3 air laut setelah n kali penanaman terumbu karang [ ikan/m3]
KTKn = Kepadatan Terumbu Karang setelah n kali ditanami [ karang / m2]
Ttk = Tebal Terumbu karang [ m]
Hi = Kedalaman terumbu karang dari muka air laut rata rata [ m]
Li = Luas Area terumbu karang yang ditinjau [ m2]
fi = faktor kesukaan ikan tinggal disatu lokasi [ faktor Aswo]

Mencari dimensi faktor kesukaan ikan ( faktor Aswo II )

images-ikan terumbu karang 1[ikan/m3 ] = fi * [karang/m2] * [m] / [ m2 * m]
[ikan/m3 ] = fi * [ karang/m5 * m ]
[ikan/m3 ] = fi * [ karang/m4 ]
fi = [ ikan * m1 /karang] = faktor Aswo II ( nama saya dunk). Ayo jangan membebek sama NEOLIB , kita mengarang rumus sendiri … kahayalan .. kalau setiap Blogger punya ide mengarang rumus sendiri akan bertaburan jutaan rumus-rumus baru seperti bertaburannya lagu lagu baru para musisi. Dengan data statistik faktor fi benar benar bisa di eksplorasi. he he .. sudah seperti ilmiah khan .. seperti yang mulia Sir Newton he he …

Dipublikasi di Logika Matematika | Meninggalkan komentar