3 : Akumulasi Harga untuk Job-Shop dan Operasi Batch Produksi

Konsep Dasar

Manajer Keuangan disetiap UKM mempertimbangkan faktor yang perlu dalam perancangan suatu sistem biaya, merancang, membuat dan mengembangkan feature yang perlu dipunyai oleh suatu job-cost sistem, serta menggunakan informasi job-cost untuk mendukung aktivitas pengambilan keputusan dan perencanaan.

Analisa Kompetensi

Manajer Keuangan disetiap UKM berkompeten dalam menjelaskan perbedaan didalam sistem penetapan biaya job-order, proses, dan operasi, menjelaskan bagaimana biaya-biaya mengalir melalui account pabrik, membebankan biaya-biaya kedalam proyek atau tugas memproduksi yang menggunakan sistem penetapan biaya job-order, proses, dan operasi , mempersiapkan pasal-pasal jurnal akuntansi untuk merekam pembebanan biaya-biaya, menggunakan suatu tingkat biaya umum yang ditentukan terlebih dahulu untuk membebankan biaya-biaya sumber-daya tidak langsung ke tugas-tugas produksi, menjelaskan bagaimana cara mengukur biaya produksi di bawah sistem biaya nyata, normal, dan standard, mendiskusikan peran penetapan biaya job-order dalam UKM bidang jasa , memahami bagaimana perusahaan mengatur proyek jangka panjang dan biaya-biayanya.

Kontribusi terhadap Ketahanan Ekonomi Desa

A UKM memilih diantara sistem penetapan biaya dengan mempertimbangkan dua hal. Pertama, seberapa khusus dan terperinci seharusnya biaya-biaya dari tiap produk ? Kedua, haruskah biaya-biaya berkala diakumulasikan sejak awal dari hidupnya suatu produk sampai produk itu dijual? Kontribusi terhadap jawabanpertanyaan ini akan membantu para Manajer Keuangan untuk memilih dari tiga jenissistem penetapan biaya yang berbeda, yaitu job costing, process costing, dan operation costing.

Dasar Model Cost-Flow dalam akuntansi untuk inventori dapat digunakan untuk job costing.

CPelacakan dan pembebanan biaya-biaya pada pekerjaan yang diperlukan (1) memilih metoda untuk pelacakan biaya-biaya pada pekerjaan; ( 2) mengatur tingkat tarip cost-driver yang sudah ditentukan; dan ( 3) menggunakan tingkat tarip cost-driver yang sudah ditentukan.

DPerusahaan yang menggunakan job-costing pada umumnya mempunyai banyak pekerjaan yang sedang dikerjakan pada waktu yang sama. Satu sistem akuntansi harus mengijinkan UKM untuk tetap menjejaki semua pekerjaan yang secara terpisah dan harus memelihara arsip dari semua pekerjaan yang sedang dalam progres, penyelesaian, dan penjualan. Hal itu harus pula merekam aktivitas untuk inventory WIP, FGI, dan harga pokok penjualan.

EBiaya-Biaya pekerjaan diringkas untuk tiga pertimbangan. ( 1) Suatu pekerjaan diselesaikan, dan biaya-biaya harus diringkas untuk menentukan total biaya daripekerjaan. ( 2) Suatu pekerjaan dijual. ( 3) Akhir dari suatu periode akuntansi membuatnya diperlukan untuk melaporkan status dari semua pekerjaan.

FPekerjaan kompleks yang membutuhkan waktu lama ( bulan, bahkan tahun) untuk menyelesaikan suatuproyek.

GSistem job costing adalah sangat dibutuhkan, dana harus ada untuk melaporkan dan mengendalikan biaya-biaya pekerjaan. Profitabilitas dapat dengan mudah ditaksir pekerjaan demi pekerjaan jika job costing digunakan.

Varians Overhead mungkin dibagi rata antar harga pokok penjualan, persediaan barang jadi, dan persediaan dalam proses didasarkan pada sisa dalam rekening.

Rujukan :

Strategies for Business DecisionsCost Management Strategies for Business Decisions (Second Edition) by Maher, Selto. Hilton (Hardcover – 2003)

Pos ini dipublikasikan di Konsep Manajer Keuangan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 3 : Akumulasi Harga untuk Job-Shop dan Operasi Batch Produksi

  1. m farid berkata:

    akuntansi biay

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s