9 : Model Keuangan dan Model Cost-Volume-Profit

Konsep Dasar

Manajer Keuangan disetiap UKM membantu UKM memetik manfaat dari penggunaan satu model keuangan, dengan model keuangan menggambarkan resiko masa depan sedemikian sehingga para Manajer Keuangan sedikitnya mengetahui apa saja ketidak-pastiannya, memberi pertimbangan pada UKM perlukah selalu mencoba untuk memaksimalkan pendapatan atau bahkan penjualan produk dan jasa dengan mementingkan throughput, margin kontribusi, atau laba per unit, menjelaskan apakah batasan sumber daya adalah suatu isu.

Analisa Kompetensi

Manajer Keuangan disetiap UKM berkompeten dalam mendisain model keuangan untuk menyesuiakan keputusan operasional dan strategis, seperti perencanaan laba atau penggunaan optimal dari suatu sumber daya langka, membangun suatu model dasar keuangan cost-volume-profit ( CVP), membangun suatu model perencanaan keuangan terkomputerisasi, membangun suatu model keuangan yang mencerminkan efek pajak, multiple produk, dan multiple cost drivers, mengatur sumber daya langka, dan menerapkan Teori Batasan padanya, menerapkan analiasa kepekaan dan skenario untuk model resiko keputusan (Catatan tambahan A), menggunakan programa linier untuk model keputusan tentang penggunaan berbagai sumber daya langka ( Catatan tambahan B).

Kontribusi terhadap Ketahanan Ekonomi Desa

A. Model keuangan adalah penyajian kenyataan didalam dunia bisnis. Satu model mengijinkan untuk melihat bagaimana sesuatudianggap sebagai pekerjaan. Suatu model keuangan yang mengijinkan suatu UKM untuk menguji interaksi dari variabel ekonomi didalam berbagai pengaturan. Model keuangan memerlukan bahwa analist mengembangkan satu set persamaan yang menerangkan suatu operasi perusahaan dan keterkaitan keuangannya. Hal ini mungkin melmasukkan hal-hal seperti hubungan penjualan pada biaya-biaya variabel, perputaran inventori, dan proporsi relatif berbagai produk yang terjual. Sekali model keuangan dikembangkan, hal itu dapat digunakan untuk menyelidiki kombinasi yang berbeda tentang variabel yang saling berhubungan satu sama lain untuk melihat apakahhasilyang diharapkan memberikan skenario berbeda.

B. Model keuangan menawarkan beberapa manfaat ke para pemakai. Sekali model dikembangkan, para pemakai dapat berkonsentrasi pada analisa bisnis sebagai ganti dari jumlah kunyahan. Membuat pengertian mendalam para Manajer Keuangan ke dalam hasil bisnis mungkin tanpa resiko mencobanya terlebih dahulu. Maka, adalah mungkin untuk mengidentifikasi keputusan bisnis yang tidak baik sebelum waktu yang ditetapkan.

C. Pada catatan sebab akibat, model hanyalah sebaik informasi yang memasukinya. Asumsi keliru dalam membangun suatu model akan mendorong kearah ramalan keliru dan keputusan bisnis yang tidak baik.

D. Satu Model yang telah terbukti bermanfaat secara khusus adalah model Cost-Volume-Profit ( CVP). Model ini Memperlihatkan efek perubahan volume suatu biaya UKM, pemasukan, dan pendapatan. Model dasar ini menggabung empat variabel penting- volume penjualan, biaya-biaya, pendapatan, dan laba. Model dasar dapat diperluas untuk menilai dampak harga, biaya, dan perubahan volume, bersama dengan perubahan didalam bauran produk dan pajak pendapatan.

E. Walaupun model disebut cost-volume-profit, hal itu dapat digunakan oleh UKM non-profit juga. UKM seperti itu melaksanakan analisa untuk meyakinkan bahwa mereka membelanjakan dana dengan dana yang mereka punyai. Ini adalah suatu jenis khusus analisa CVP disebut analisa titik impas.

F. Suatu worksheet Excel adalah sangat berguna untuk menciptakan model komputer untuk memecahkan skeneraio CVP bersama-sama dengan analisis kepekaan. Adalah penting untuk menggunakan sel dan sel references sedemikian sehingga mengubah beberapa asumsi secara otomatis mengakibatkan rekalkulasi angka-angka yang diinginkan. Target Laba,target harga penjualan, pajak, dan biaya-biaya dapat semua disatukan ke dalam model itu. Suatu ’sales mix’ atau suatu bauran produk dariproduk yang berbedadengan proporsi spesifik dari tiap dapat juga dimasukkan ke dalam model untuk suatu situasi banyak macam produk. Sebagai tambahan, ABC model dapat disatukan ke dalam persamaan untuk meliput suatu faktor kombinasi baru yang menunjukkan variabilitas seperti itu dengan unit, dengan batch, hasil sampingan, atau oleh jenis pelanggan.

G. Model CVP digunakan terutamanya untuk pengambilan keputusan jangka pendek. Empat jenis keputusan di mana model CVP mungkin menyediakan informasi sangat menolong adalah ( 1) make-or-buy keputusan, ( 2) menambahkan atau membatalkan suatu unit bisnis ( e.g., suatu lini produk), ( 3) penggunaan yang optimal dari sumber daya langka, dan ( 4) menerima pesanan khusus. Pertanyaan dari penggunaan yang optimal dari sumber daya langka dibahas didalam bab ini.

H. Memilih jasa dan barang-barang yang manauntuk menghasilkan dan menjual adalah suatu keputusan managerial umum. Kesuksesan UKM nampaknya dihadapkan dengan kapasitas terbatas, sedikitnya untuk sementara waktu. Pembatasan ini disebut batasan kapasitas. Contoh batasan kapasitas ini meliputi kekurangan dari para akuntan pajak trampil selama musim pajak; kekurangan programmer komputer untuk menulis kode untuk game video yang baru pada obralan liburan; atau terlalu sedikitnya juru masak pada suatu rumah makan besar. Idealnya, para Manajer Keuangan berhadapan dengan batasan kapasitas dalam mengarahkan sumber daya yang diperlukan untuk mengurangi batasan sebelum sumber daya pengeluaran dengan aktivitas dengan konstrain rendah. Kadang-Kadang adalah tidak mungkin melakukan koreksi terhadap batasan kapasitas cukup singkat untuk menghindari memilih antara pembuatan laba alternatif.

I. Salah satu dari metoda umum untuk menaksir resiko adalah analisis kepekaan. Hal ini menguji suatu model perencanaan keuangan untuk perubahan hasil disebabkan oleh perubahan pada setiap parameter dalam model itu.

Programa linier dapat juga digunakan untuk model keputusan dalam penggunaan berbagai sumber daya langka.

Rujukan :

Strategies for Business DecisionsCost Management Strategies for Business Decisions (Second Edition) by Maher, Selto. Hilton (Hardcover – 2003)

Pos ini dipublikasikan di Konsep Manajer Keuangan. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 9 : Model Keuangan dan Model Cost-Volume-Profit

  1. dhasmanto berkata:

    tolongin saya cariin jurnal manajemen keuangan yaaa….!!! Thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s