Penetuan Prioritas

Dalam pengambilan keputusan hal yang perlu diperhatikan adalah pada saat pengambilan data, dimana data ini diharapkan dapat mendekati nilai yang sesungguhnya. Derajat kepentingan pelanggan dapat dilakukan dengan pendekatan perbandingan berpasangan. Perbandingan berpasangan sering digunakan untuk menentukan kepentingan relatif dari elemen-elemen dan kriteria-kriteria yang ada. Perbandingan berpasangan tensebut diulang untuk semua elemen dalam tiap tingkat. Elemen dengan bobot paling tinggi adalah pilihan keputusan yang layak dipertimbangkan untuk diambil. Untuk setiap kriteria dan alternatif, kita harus melakukan perbandingan berpasangan (pairwise comparison) yaitu membandingkan setiap elemen dengan elemen yang lainnya pada setiap tingkat hirarki secara berpasangan sehingga didapat nilai tingkat kepentingan elemen dalam bentuk pendapat kualitatif.



Untuk mengkuantifikasi pendapat kualitatif tersebut digunakan skala penilaian sehingga akan diperoleh nilai pendapat dalam bentuk angka (kuantitatif). Menurut Saaty, untuk berbagai permasalahan, skala 1 sampai 9 merupakan skala yang terbaik dalam mengkualifikasikan pendapat, yaitu berdasarkan akurasinya berdasarkan nilai RMS (Root Mean Square Deviation) dan MAD (Median Absolute Deviation).Nilai dan definisi pendapat kualitatif dalam skala perbandingan Saaty ada pada tabel berikut :

TabeL 2.2

Skala Matrik Perbandingan Berpasangan

Intensitas Kepentingan

Definisi

Penjelasan

1

Elemen yang satu samapentingnya dibanding dengan elemen yang lain( equal importance)

Kedua elemen menyumbang sama besar pada sifat tersebut

3

Elemen yang satu sedikit lebih penting dari pada elemen yang lain( moderate more importance)

Pengalaman menyatakan sedikitmemihak pada satu elemen

4

Elemen yang satu jelas lebih penting dari pada elemen yang lain ( essential,strong more importance)

Pengalaman menunjukkan secara kuat memihak pada satu elemen

7

Elemen yang satu sangat jelas lebih penting dari pada elemen yang lain( demonstrated importance )

Pengalaman menunjukkan secara kuat disukai dan didominasi oleh sebuah elemen tampak dalam praktek

9

Elemen yang satu mutlak lebih penting dari pada elemen yang lain( absolutely more importance)

Pengalaman menunjukkan satu elemen sangat jelas lebih penting

2,4,6,8

Apabila ragu-ragu antara dua nilai yang berdekatan ( grey area )

Nilai ini diberikan bila diperlukan kompromi

1/(2-9)

Jika kriteria C1 mendapatkan satu angka bila dibandingkan dengan kriteria C2 memiliki nilai kebalikan bila dibandingkan C1

Jika kriteria C1 mempunyai nilai x bila dibandingkan dengan kriteria C2, maka kriteria C2 mendapatkan nilai 1/x bila dibandingkan kriteria C1

(Sumber: Saaty, Thomas L., 1 1990, “Decision Making for Leaders – The Analytical Hierarchy Process for Decisions in a Company World, RWS Publication, Pittsburgh, p.78)

Nilai-nilai perbandingan relatif kemudian diolah untuk menentukanperingkat relatif dari seluruh alternatif. Baik kriteria kualitatif, maupun kriteria kuantitatif, dapat dibandingkan sesuai dengan judgment yang telah ditentukan untuk menghasilkan bobot dan prioritas.

Pos ini dipublikasikan di Prinsip Kerja AHP. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Penetuan Prioritas

  1. hermawan berkata:

    AHP (analitycal hyracy process) bisa nggak buat penganalisaan saluran sungai?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s