5. Bidang Promosi

Kode Etik AMA

Dalam bidang promosi,

·penghindaran iklan yang menipu atau menyesatkan;

·penolakan manipulasi yang sangat menekan, atau taktik penjualan yang menyesatkan;

·penghindaran promosi penjualan yang menggunakan penipuan atau manipulasi

dibandingkan dengan : UU no.8/1999



Pasal 11

Pelaku usaha dalam hal penjualan yang dilakukan melalui cara obral atau lelang, dilarang mengelabui/menyesatkan konsumen dengan:

a.Menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah telah memenuhi standar mutu tertentu;

b.Menyatakan barang dan/atau jasa tersebut seolah-olah tidak mengandung cacat tersembunyi;

c.Tidak berniat untuk menjual barang yang ditawarkan melainkan dengan maksud untuk menjual barang lain;

d.Tidak menyediakan barang dalam jumlah tertentu dan/atau jumlah yang cukup dengan maksud menjual barang yang lain;

e.Tidak menyediakan jasa dalam kapasitas tertentu atau dalam jumlah c.ukup dengan maksud menjual jasa yang lain;

f.Menaikkan harga atau tarif barang dan/atau jasa sebelum melakukan obral.

Pasal 12

Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengikiankan suatu barang dan/atau jasa dengan harga atau tarif khusus dalam waktu dan jumlah tertentu, jikapelakuusahatersebuttidakbermaksuduntuk melaksanakannya sesuai dengan waktu dan jumlah yang ditawarkan, dipromosikan, atau diikiankan.

Pasal 13

(1)Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan, atau mengikiankan suatu barang dan/atau jasa dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa lain secara cuma-cuma dengan maksud tidak memberikannya atau memberikan tidak sebagaimana yang dijanjikannya.

(2)Pelaku usaha dilarang menawarkan, mempromosikan atau mengikiankan obat, obal tradisional, suplemen makanan, alat kesehatan, dan jasa pelayanan kesehatan dengan cara menjanjikan pemberian hadiah berupa barang dan/atau jasa lain.

Pasal 14

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasayangditujukanuntukdiperdagangkandengan memberikan hadiah melalui cara undian, dilarang untuk:

a.Tidak melakukan penarikan hadiah setelah batas waktu yang dijanjikan;

b.Mengumurnkan hasilnya tidak melalui media massa;

c.Memberikan hadiah tidak sesuai dengan yang dijanjikan;

d.Mengganti hadiah yang tidak setara dengan nilai hadiah yang dijanjikan.

Pasal 15

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa dilarang melakukan dengan cara pemaksaan atau cara lain yang dapat menimbulkan gangguan baik fisik maupun psikis terhadap konsumen.

Pasal 16

Pelaku usaha dalam menawarkan barang dan/atau jasa melalui pesanan dilarang untuk:

a.Tidak menepati pesanan dan/atau kesepakatan waktu penyelesaian sesuai dengan yang dijanjikan;

b.Tidak menepati janji atas suatu pelayanan dan/atau prestasi.

Pasal 17

(1). Pelaku usaha periklanan dilarang memproduksi iklan yang:

a.Mengelabui konsumen mengenai kualitas, kuantitas,bahan, kegunaan dan harga barang dan/atan tarif jasa, serta ketepatan waktu penerimaan barang dan/atau jasa;

b.Mengelabui jaminan/garansi terhadap barang dan/atau jasa;

c.Mernuat informasi yang keliru, salah, atau tidak tepat mengenai barang dan/atau jasa;

d.Tidak mernuat informasi mengenai risiko pemakaian barang dan/atau jasa;

e.Mengeksploitasi kejadian dan/atau seseorang tanpa seizin yang berwenang atau persetujuan yang bersangkutan;

f.Melanggaretikadan/atauketentuanperaturan perundang-undangan mengenai periklanan.

(2). Pelaku usaha periklanan dilarang melanjutkan peredaran iklan yang telah melanggar ketentuan pada ayat(1)

Pos ini dipublikasikan di Kode Etik AMA vs UU no.8/1999. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s