Basis Ekonomi dan Pertumbuhan Kabupaten – Kota

Mengapa dua Kabupaten-Kota, yang setara dalam peringkat dan penempatannya, tumbuh pada tingkat yang berbeda setelah jangka waktu tertentu?. Karena Theori Central Place tidak lagi bisa menjelaskannya maka dianalisa dengan Theori lainnya yaitu “Theori Basis Ekonomi”

Definisi: ” Basis Ekonomi” ( Kabupaten-Kota):

a)Basis Ekonomi adalah sumber pendapatan kabupaten Kabupaten-Kota.

Basis Ekonomi adalah motor yang menggerakkan dan mengatur semua aktivitas real estate di suatu daerah.

Analisa Basis Ekonomi adalah suatu alat untuk membantu :

a)Mengidentifikasi Kabupaten-Kota atau daerah mana akan tumbuh.

Membantu menandai pertumbuhan seperti apa(contoh: “pekerja baju biru” atau “pekerja krah putih”).

c)Membantu mengukur berapa banyak pertumbuhan.

Basis ” Ekspor”

Di kabupaten/Kabupaten-Kota manapun maka jasa dan barang diproduksi oleh ekonomi lokal a. Barang-Barang Ekspor

Ekspor Barang dan Jasa ini diproduksi didalam jumlah lebih besar dibanding untuk konsumsi lokal. Jasa dan Barang ini diekspor ke Kabupaten-Kota, daerah, dan negara-negara lain. Ini dikenal sebagai “basis dasar” produk (atau produksi basis dasar). Sektor ekonomi lokal yang menghasilkan jasa dan barang-barang seperti itu disebut ” dasar” atau sektor (” ekspor”).

b. Barang-Barang Lokal

Jasa dan Barang-Barang lokal adalah yang diproduksi didalam jumlah sepadan dengan atau kurang dari apa yang diperlukan untuk konsumsi lokal. Ini dikenal sebagai jasa dan barang-barang “non basis ” ( atau produksinon basis).Sektor dariekonomi lokal yang menghasilkan jasa dan barang-barang seperti itu disebut sektor ” non basis “atau sektor ” jasa”. ( Sektor ini melayani populasi lokal dan sektor ekspor.)

Menurut ” Basis Ekspor”: Pertumbuhan ekonomi Kabupaten-Kota atau daerah bergantung seluruhnya pada pertumbuhan sektor ekspor (” basis”) dari ekonomi lokal. Sebab sektor non ekspor (jasa) hanya untuk melayani secara langsung atau secara tidak langsung terhadap sektor ekspor.

Menurut Theori Basis Ekspor,

Ada dualangkah untuk meramalkan pertumbuhan metropolitan:

1)Identifikasi basis ekspor industri didaerah lokal;

2)Meramalkan pertumbuhan ketenaga-kerjaan dalamindustri itu .

Langkah 1 : Identifikasi basis ekspor industri didaerah lokal, karakterisasi basis ekonomi lokal. Cara untuk mengidentifikasi itu dengan ” Location Quotient” (LQ)

Rumus untuk Lokasi Kuosien:[1]

1

Dimana :

Nmi: Lapangan kerja di Kabupaten-Kota “m” dalam Industri “i”

Nm: Total lapangan kerja di Kabupaten-Kota “m” di seluruh Industri

Ni: Lapangan kerja nasional dalam industri “i”

: Lapangan kerja nasional dalam seluruh industri

LQ = 1.00 proporsi yang sama dari para pekerja lokal bekerja didalam industri tertentuseperti bekerja didalamindustri sejenis diseluruh nusantara secara keseluruhan.

LQ > 1.00 konsentrasi daerah lokal lebih berat didalampemusatan satu industri tertentudibandingkan dengan rata-rata Kabupaten-Kota atau daerah lainnya diseluruh nusantara.

Dalam prakteknya, pada umumnya dipertimbangkan bahwa kuosien lokasi harus dengan mantap lebih besar 1.0 dalam rangka menunjukkan bahwa industri menjadi bagian dari sektor ekspor dariBasis Ekonomi Lokal.

Multiplier Tenaga Kerja = Pertambahan Bersih Total Tenaga Kerja / Pertambahan Tenaga Kerja Sektor Eksport

Multiplier Populasi =Pertambahan Bersih Total Populasi / Pertambahan Tenaga Kerja Sektor Eksport :

Multiplier Tenaga Kerja biasanya berkisar antara 2.0 – 4.0

Multiplier Populasi biasanya berkisar antara 2.6 – 9.0

Maka dengan mengkombinasikan analisa LQ dengan analisa pemberi lapangan kerja yang besar bisa didapat identifikasi basis ekonomi dan peramalan kecenderungan pertumbuhan .

Untuk menerangkan daya saing ekspor Indonesia per komoditi ini dipetakan dengan pendekatan indikator nisbi melalui besaran Revealed Comparative Advantage atau RCA [2]

Besaran RCA adalah besaran dayasaing komoditi tertentu dari suatu negara untuk memasuki pasar dunia dibandingkan dengan dayasaing komoditi sejenis negara pesaing, sebagaimana yang terlihat pada Lampiran,

2

Xi,a= total nilai ekspor suatu komoditi (i) dari suatu negara (a)

Xa= total nilai ekspor seluruh komoditi negara itu

Xi,r= total nilai ekspor dunia/regional untuk suatu komoditi (i)

Xr= total nilai ekspor dunia/regional untuk seluruh komoditi.

Kaidah : Semakin besar nilai RCA, maka semakin tinggi dayasaing komoditi ybs dari negara atau Kabupaten-Kota itu.

Sebagaimana yang terlihat pada Lampiran, maka dari ketujuh kelompok komoditi ekspor Indonesia tersebut terlihat bahwa :

ØProduk kopi, teh dan rempah-rempah (RCA=5,6) mempunyai daya saing tertinggi dari negara pesaing yang diperbandingkan. Daya saing tertinggi bagi Indonesia juga diduduki oleh Serat staple buatan (RCA=4,7), produk barang kayu dan hasil hutan lainnya (RCA=5,3) dan produk bijih-bijihan logam (RCA=6,5). Produk minyak nabati dan hewani dari Indonesia (RCA=8,6) menduduki peringkat kedua setelah Malaysia (RCA=10,6).

ØProduk-produk filament buatan dari Indonesia (RCA=4,5) juga menduduki peringkat kedua setelah Korea Selatan (RCA=6,3).

ØDemikian pula produk sepatu, alas kaki dan sejenisnya dari Indonesia (RCA=4,17) menduduki peringkat kedua setelah Cina (RCA=6,13).

Dari gambaran di atas terlihat bahwa keunggulan dayasaing ekspor Indonesia masih berbasis kepada produk-produk padat-karya dan sumberdaya alam (belum didasarkan kepada produk-produk industri yang knowledge-based).

Jika prinsip ini dipakai dalam skala Kabupaten-Kota maka rumus RCA kami usulkan berubah menjadi sebagai berikut ini :[3]

3

Dimana :

Xi,a= total nilai ekspor suatu komoditi (i) dari suatu Kabupaten-Kota (a)

Xa= total nilai ekspor seluruh komoditi Kabupaten-Kota itu

Xi,r= total nilai ekspor nasional/dunia/regional untuk suatu komoditi (i)

Xr= total nilai ekspor nasional/dunia/regional untuk seluruh komoditi.

Semoga ini dapat menimbulkan ide yang dikehendaki kabupaten-kota.


[1] Geltner, David , “Urban Economics and Real Estate Market Analysis”, MIT Center for Real Estate,2005, ppt44

[2] Deperindag, op cit , Hal 11

[3] Ibid, hal 11(dimodifikasi)

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Makro. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Basis Ekonomi dan Pertumbuhan Kabupaten – Kota

  1. antok berkata:

    saya mahasiswa pascasarjana bidang kajian Ilmu Ekonomi Kawasan Unsri memang lagi mencari bahan rujukan untuk menghirung daya saing daerah.mgkin nanti RCA ini bisa saya proxy kan dengan daerah. terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s