Prinsip Model Kota Circlopolis

Circlopolis adalah penjabaran dari model kota monocentric klasik. Didalam Circlopolis maka semua rumah tangga harus pulang pergi melalui titik tengah kota tiap hari yang mungkin saja berupa Central Business District (CBD), Pabrik, Pasar atau Pusat Kegiatan lainnya, untuk mendapatkan pendapatannya. Pendapatan ini harus dibayarkan lagi untuk biaya perumahan, transportasi, dan semua barang konsumsi lainnya yang membuat mereka menjadi warga Circlopolis yang bahagia dan sehat. Disamping itu biaya-biaya transportasi adalah sebanding terhadap jarak dimana warga yang baik harus bepergian. Circlopolis diasumsikan mempunyai kepadatan tetap di setiap waktu didalam kota itu. Setelah melalui analisa dan pemodelan matematika yang mendalam maka didapatkan kristalisasi lima prinsip Perkotaan menurut model Circlopolis.

Prinsip 1: "Apabila variabel lain di kota adalah sama, maka kota yang lebih besar akan mempunyai rata-rata sewa asset maupun sewa ruang yang lebih tinggi"

Prinsip 2: " Jika suatu kota tumbuh dengan terus meningkatnya area dibandingkan kepadatannya, pertumbuhan sewa properti akan secara relatif lebih besar dengan semakin dekatnya pada batas luar kota. Tetapi jika suatu kota tumbuh dengan terus meningkatnya kepadatan dibandingkan area, pertumbuhan sewa properti secara relatif akan lebih besar dengan semakin dekatnya pada pusat kota."

Prinsip 3 : "Penurunan biaya-biaya pengangkutan ( per orang, per km atau per tahun) dengan asumsi populasi dan pendapatan tetap, akan selalu mengurangi nilai mutlak sewa tanah di pusat kota, dan selalu meningkatkan nilai relatip sewa tanah dekat batas luar kota dari area metro; pengaruh sewa tanah mutlak dekat batas luar biasanya tidak pasti, tergantung pada perubahan didalam kepadatan."

Prinsip 4 : " Terus meningkatnya pendapatan nyata per kapita dengan asumsi menjaga populasi tetap, akan cenderung untuk mengurangi gradien sewa, dengan satu kemungkinan hasil berupa pengurangan mutlak dalam sewa tanah di pusat kota, meskipun demikian suatu pengaruh peningkatan biaya pengangkutan yang lebih tinggi karena pendapatan sekunder boleh mengurangi hasil ini atau bahkan kebalikannya, terutama jika perluasan ruang dari kota dibatasi."

Prinsip 5: " Pertumbuhan perkotaan yang lebih cepat dan ketidak-pastian yang lebih besar di dalampertumbuhan itu akan cenderung untuk meningkatkan nilai-nilai tanah perkotaan.Dengan ketidak-pastian ini juga menyarankan bahwa suatu kota yang lebih kecil, dan lebih padat adalah optimal, sejalan dengan pengembangan rasional yang ditunda lebih lama dibanding jika tidak akan ada pengembangan."

( Prinsip 1 s/d prinsip 5 dari : Geltner, David , ” The Real Estate System”, MIT Center for Real Estate, 2005 )

Keterangan : Prinsip-prinsip ini sebenarnya mudah dipahami apabila dijelaskan dengan logika matematika, namun berhubung keterbatasan halaman blog dan kesulitan font silahkan merenungkan sendiri atau melalauiintuisi pribadi

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Makro. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s