2. Konyungsi atau Gabungan

Yang disebut konyungsi ialah hubungan antara proposisi-proposisi tunggal anggota sisi majemuk yang dalam bahasa lazim sekali dinyatakan dengan kata ’dan’. Akan tetapi harus diperhatikan bahwa kata ’dan’ sering kali berarti: ’kemudian’, ’ Ialu’, ’ terus’, seperti dalam proposisi majemuk : Ia datang dan terus memotret.’ ( Sukadijo, 1983; p:69).

Namun Logika Matematika menerangkan lain berupa definisi mengenai konyungsi yang kedua D2. (Quine,1958;p:49) yaitu :

D2. \ulcorner(\phi\cdot\psi)\urcorner\quad untuk \quad\ulcorner(\sim\phi\downarrow\sim\psi)\urcorner

Contoh Bila

f mewakili sungai dan y mewakili ikan, hipotesa yang harus kami ajukan adalah bukan sungai dan hipotesa ini harus ditolak, sedangkan bukan ikan harus ditolak artinya semua sample adalah anggota dari sungai atau semua sample anggota dari ikan.

Sebetulnya saat ini sudah dapat dibuat tabel kebenaran yang menyatakan dua pernyataan itu tautologis atau tidak. Namun saat ini hanya untuk modal dasar supaya dapat berkhayal yang benar.

Jadi sungai dan ikan adalah untuk bukan wc atau bukan detergent, Seperti halnya lagu Bapak Pucung yang sudah kita kenal lama sekali.

Bapak Pucung

Bapak Pucung
Dudu watu dudu gunung
Sangkamu ing Plembang
Titiane Kanjeng Sultan
Yen lumampa..h
Si Pucung lembean grono
(Gajah)

Bapak pucung
Pasar mlathi kidul ndenggung
Kricak lor negoro
Pasar Gedhe loring loji
Menggok ngetaa..n
Kesasar neng Nggondomanan
(Kutho Ngayogyokarto)
Bapak Pucung
Cangkemmu marep mendhuwur
Sabamu ing sendang
Pencokanmu lambung kiring
Prapteng wismo…
Si Pücung mutah kuwoyo
(klenthing wadhah banyu)

Bapak Pucung
Dudu watu dudu gunung. Dari tembang ini dapat diamati bahwa logika matematika sudah membumi menjiwai alam pikir masyarakat akar rumput. Menjiwai kehidupan sehari-hari terutamanya masyarakat Jawa. Mengapa kenyataan ini kita pungkiri. Untuk mendefinisikan Gajah maka definisi D2 diatas sudah dipakai. Gajah adalah bukan batu atau bukan gunung. Gajah bukan non gajah atau bukan yang lain dari gajah. Gajah adalah Gajah . Suatu definisi yang sangat rasionil. Mengapa logika yang merupakan satu dari kecerdasan majemuk ini kita tinggalkan ?????.

Kembali kepada ikan dan sungai, kita ambil lagi definisi yang sudah dibuat pada pokok no.1. Negasi

Sungai dan Ikan

Pos ini dipublikasikan di Logika Matematika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s