Khayalan Kantong Kain

San Fransisco sudah memberlakukan larangan kantong plastic untuk yang pertama di Kota Amerika begitu pula di Kenya, di Eropa sudah sejak tahun 1990-an. Bagaimana dengan Indonesia , sudah kita ketahui bahwa sampah menggunung dimana-mana, beserakan disungai-sungai, apalagi di Bandung.

Dengan metateorema 103 : Jika Kantong Plastik di San Fransisco seperti di Bandung , kecuali tidak mungkin menerapkan Perda Kota SF di Bandung, maka dukungan masyarakat, itikat baik politisi, kadin, dan KLH serta NGO berinteraksi bersepakat sedemikian rupa sehingga kantong-kantong plastic di supermarket di pasar-pasar dimanapun di Kota Bandung dan kota-kota besar lainnya di Indonesia diganti dengan pakai Kantong dari Tekstil berbahan kapas / serat yang terdegradable.

Dalam sekejap demand tekstil meningkat , dan impor minyak maupun bahan baku plastik bisa diturunkan, cadangan devisa meningkat, biaya pemeliharaan lingkungan menurun.

3G ; Gitu saja kok repot …… Gitu saja kok repot …… Gitu saja kok repot ……

Berbicara mengenai perindustrian kami kutip dari harian Kompas, 7-03-2007, Tekstil Masih Menjadi Primadona Meski Agrobisnis Menjanjikan

Tahun 2005, terjadi penurunan volume dan nilai ekspor TPT, yaitu hanya 509.147 ton atau setara dengan 1,39 miliar dollar AS. Kontribusinya terhadap total ekspor Jabar hanya 44,19 persen. Sementara sampai akhir Oktober 2006, kontribusi ekspor TPT sudah mencapai 46,9 persen. Namun, volume dan nilai ekspornya relatif rendah, yaitu 259.056 ton dan 1,22 miliar dollar AS.

Pos ini dipublikasikan di Logika Matematika. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s