Khayalan Membangun Lapangan Terbang dengan Biaya Rp 0,000001,–

Tulisan ini menyambung komentar sdr Tanawali “Cara Praktis Andil Menata Peradaban !!” , ilmu yang tidak bertepi itu seperti khayalan tak bertepi ini. Contoh penemuan ide baru / cara pandang baru tentang runway dan taxiway maupun apron lapangan terbang. Berapa jumlah lapangan terbang di Indonesia, berapa yang berada didaerah terpencil, berapa biaya membangun satu landasan pacu pesawat terbang ??. Untuk mengadakan penemuan baru/ide baru/kreasi/inovasi ini, mari bersama-sama kita coba

Khayalan 1 : Jika rencana membangun ini seperti membuat master plan IUIDP maka dibutuhkan kriteria-kriteria katakanlah 1.Mempunyai aspek lingkungan hidup; 2. Mendesak; 3. Mempunyai aspek ekonomi; 4. Menyangkut basic need. 5. Affordable. Dari kriteria itu inspeksi hutan termasuk ke 5 kriteria. Gundulnya hutan mengakibatkan banjir dan longsor serta kekeringan dan punahnya satwa liar maupun spesies tumbuhan.( Lingkungan hidup). Sebagian besar hutan sudah gundul sehingga banjir dan longsor tahunan( Mendesak). Mencegah penggundulan dan kayunya untuk industri perkayuan dalam negeri ( Ekonomis). Dapat mencegah banjir dan menampung curah hujan , sehungga pengairan untuk pertanian/tanaman pangan terjamin ( Basic Needs). Jika proyek besar membutuhkan biaya besar bisa dibuat proyek MultiYear ( Affordable).

Khayalan 2 : Jika sungai, danau dan pantai seperti runway, taxiway maupun apron lapangan terbang, kecuali untuk memperkeras sungai dengan material perkerasan. Maka sungai bisa dilandasi oleh pesawat. Sungai bisa dilayari perahu. Maka jika kita taruh pesawat capung diatas sesuatu yang seperti perahu, atau yang seperti perahu diikat di kaki pesawat berbentuk tabung yang diisi styrofoam ringan sehingga tidak bocor. Maka pesawat bisa mendarat dimana saja diatas air, dipantai, didanau, disungai. Disepanjang pantai Indonesia. Mendarat di pedalaman-pedalaman yang paling dalam, sekaligus menginspeksi hutan dari udara, Biaya pembuatan lapangan terbang bisa ditekan menjadi hanya Rp. 0.0000000001,=, Dalam sekejap jutaan hektar lapangan terbang tersedia bagi kita.

Kahayalan 3. Menghemat anggaran karena tidak cukup, menjadi pembelian mesin mesin pesawat terbang type kecil murah tapi banyak. Karena yang membeli adalah Pabrik Pesawat PT.DI dan jumlahnya cukup banyak, maka kita dapat harga pabrik yang lebih murah. Dari sini dibuat pesawat-pesawat capung amphibi. Bisa mendarat didarat dan dipermukaan air. Kabupaten/kota serta provinsi bisa memesan ke PT.DI dengan cara dicicil ( Affordable) dibiayai oleh Perbankan Nasional. Kemudian dioperasikan kepolisian untuk inspeksi perbatasan negara/inspeksi hutan. Hanya dengan membangun penampungan/stok-stok bahan bakar pesawat sedrhana. dipinggir-pinggir sungai di hutan-hutan/ditepi danau/dipantai. Interior pesawat terbuat dari rotan yang diproduksi oleh pengrajin rotan koperasi/UMKM. Sehingga nantinya ada berita seperti ini : Pak Paidjo dari Gunung Kidul dan Mas Ngatidjo dari Pasuruan sebagai pengrajin rotan, atau pemain Band LANK ikut membangun komponen pesawat, berupa kursi-kursi pesawat dari rotan beserta interiornya. ( n.b : nama – nama orang hanya fiktif )

Manfaatnya :

1. PT. Dirgantara Indonesia dapat order, untuk kelangsungan hidup perusahaan. 2. Hubuingan dagang dengan produsen mesin pesawat meningkat .3 Biaya pembuatan lapangan terbang Rp. 0.0000000001,-; 4. Anggaran bisa ditekan dengan cara MultiYear dengan rencana pengadaan dalam jumlah besar, kalau pemerintah bisa membangun 1000 rusun, mengapa tidak bisa membangun 1000 pesawat capung seperti ini ?. 5. Informasi pembalakan hutan/kebakaran hutan cepat terlacak sehingga reaksinya pun dapat cepat dan akurat, karena dapat terbang rendah. 6. Karena membangun pesawat dalam jumlah besar biaya bisa ditekan dan sekaligus merencanakan untuk EKSPORT PESAWAT CAPUNG untuk membiayai pengadaan pesawat dalam negeri.

Berkhayal itu nikmat dan nyaman. Ini Fakta disekitar kita. Kalau sesuai dengan fakta, maka fakta yang terbentuk akan menjadi khayalan berikutnya.

Pos ini dipublikasikan di Logika Matematika dan tag , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s