Kedaulatan Pangan dan Energi di Masa Depan

Inilah harapan tentang kedaulatan pangan di masa depan. Dengan semakin mahalnya harga Migas yaitu minyak dan gas bumi maka semakin mahal pula produk – produk hilir yang berbahan baku migas maupun yang banyak menggunakan migas. Pupuk kimia adalah produk yang boros penggunaan gas alam, sehingga harga pupuk sangat dipengaruhi oleh harga minyak dan gas.

 

Khayalannya 1 : Jika setiap petani mempunyai pabrik pupuknya sendiri kecuali pupuk kimia dan kecuali menggunakan bahan baku gas alam, maka ada proses pembuatan zat-zat kimia (organik) yang dibutuhkan oleh tanaman untuk tumbuh subur. Bagian dari pabrik itu adalah bagian dari pertanian itu sendiri.

Khayalan 2 : Pabrik pupuk itu sudah dianugerahkan olehNya kepada Pak Tani. Lokasi pabriknya bisa dimana saja asal layak, bahkan disamping rumahnya sendiri.

Bahan bakunya juga mudah didapat dan murah ada disekelilingnya : daun-daunan , daun jagung , rumput dan biji-bijian lainnya. Pruduksinya disamping dibuat pupuk juga bisa dibuat gas alam metana serta nitrogen untuk HANKAM, serta aneka macam keperluan. Betapa luar biasa !!! kalau pabrik pupuk kimia berbahan baku gas alam , kalau pabrik pupuk ini justru menghasilkan gas alam.

Khayalan 3 : Jika saja ada kebijakan “satu petani satu pabrik pupuk” (alami) dan sangat mungkin bisa lebih kemudian bisa dibayangkan secara serentak ada berapa juta pabrik pupuk seperti gambar diatas, jika satu hari dari satu pabrik ini dihasilkan katakanlah 1kg pupuk mentah, dikalikan saja berapa juta ton pupuk pertahun yang dihasilkan, metana juga bisa untuk memasak/energi bahkan nitronya untuk HANKAM, belum dagingnya dan susunya, tenaganya bisa untuk membajak, harga hasil pertaniannya lebih mahal, kondisi tanah makin lama makin subur, menggunakan air yang hanya sedikit dan pabrik Pupuk Kimia milik pemerintah kemudian bisa memperkuat perekonomian dengan ekspor pupuk. Ooh betapa Agung karyamu Ya Allah dan ampunilah kebodohan kami Ya Allah .. Amin. Oleh sebab itu kebijakan yang menghalangi anugerahNya kepada Pak Tani, akan mengakibatkan sulitnya kehidupan kita sendiri, istilahnya neko neko menolak rejeki. sudah kita rasakan akibatnya. Banjir .. longsor .. pupuk langka .. subsidi bengkak .. dan segudang penyakit kronis lainnya. Karena nantinya pemerintah sudah tidak disibukkan urusan pertanian yang tetetk bengek .. pemerintah bisa konsentrasi tenaga maupun biayanya ke pengambangan teknologi yang lebih tinggi.

Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi kita semua.

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Energi dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s