10. Flexible Specialization Theory

Teori ini berdasarkan pada rejim produksi dan organisasi industri, struktur industri berperan penting dalam pembangunan berkelanjutan melalui inovasi produk dan atau produk – produk baru serta spesialisasi. Proses pengembangannya mengikuti pola permintaan (demand) serta membutuhkan fleksibilitas untuk memperoleh daya saing dan pertumbuhan. Struktur industri yang kokoh dapat dicapai dengan penerapan perkembangan teknologi, jejaring dengan pengusaha kecil, dan mengadakan strategi aliansi dengan industri lain. Permasalahan terjadi ketika fleksibiltas bisnis tidak memperhatikan kesulitan pekerja dan masyarakat, contoh : lokasi industri, pengangguran periodik, pekerja anak, monopoli dan seterusnya. Studi saya yang lain berkaitan dengan teori ini yaitu mencari korelasi antara lokasi pusat industri dan gudang dalam membentuk kawasan serta pengaruhnya terhadap jumlah tenaga industri kecil apakah memanfaatkan kedekatan lokasi di satu kota tertentu mengeluarkan satu hasil tertentu

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Lokal. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s