7. Interregional Trade Theory

Teori ini berdasar pada faktor harga dan kuantitas pada komoditas dan menganggap peningkatan pertumbuhan ekonomi akan meningkatkan konsumsi. Penyesuaian harga dan kuantitas akan memberikan keseimbangan pada harga, kualitas, dan efek efek lainnya. Semakin konsumen sejahtera semakin besar anggaran belanjanya dan pertumbuhan terus berlanjut yang seterusnya meningkatkan kesejahteraanya. Teori ini hanya menekankan pada konsumsi dan efek harga saja, tetapi mengabaikan dinamika pembangunan. Teori ini secara eksklusif difokuskan pada perdagangan dan hubungan dagang. Bukti-bukti sudah jelas bahwa perdagangan tidak saling menguntungkan, mengabaikan dampak sosial pertumbuhan yang tidak tercantum dalam harga barang. Maka peran pernerintah adalah mengadakan intervensi dalam perdagangan bebas, pembangunan prasarana, dan efisiensi pemerintah daerah.

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Lokal. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s