2. Teori Staple

Arti kata staple adalah barang pokok yang diproduksi dan tumbuh di satu kawasan. Satu item pokok perdagangan dengan permintaan yang langgeng. Biasanya adalah bahan mentah seperti padi, bijih coklat, bijih sawit, bijih besi atau bijih plastik, dll. Teori Staple berdasarkan pada industri berorientasi ekspor sebagai kunci pertumbuhan ekonomi yang proses pengembangannya melalui penanaman modal asing untuk melayani kebutuhan pasar internasional. Secara empiris memang terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi apakah benar pertumbuhan hanya disebabkan oleh ekspor?. Karena penerapan peningkatan daya saing ini melalui spesialisasi ( ekspor) maka para praktisi harus terus terfokus pada sumber daya dan kebijakan pada local staple selama masih berdaya saing. Peran pemerintah sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan daya saing. Fokus penganeka ragaman industri lokal tidak dilaksanakan selama staplenya masih kuat. Dalam studi ini, ekspor jasa dalam arti jumlah pedagang diharapkan mampu menarik pembeli dari luar daerah / luar negeri ( ekspor pasif). Maksudnya adalah barang dijual di lokasi dalam negeri kemudian dibawa pembeli ke luar negeri seperti pada sektor pariwisata.

Pos ini dipublikasikan di Ekonomi Lokal. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s