Paradigma Struktur Pasar Perilaku Kinerja ( Akuntabilitas)

Menyambung komentar dari mbak Nadiyani tentang Industri Pendekatan untuk Mempelajari Industri adalah Paradigma : Struktur – Perilaku- Kinerja (SCP=Market Structure – Conduct – Performance) atau sering disebut akuntabilitas.
Pandangan sebab akibat dari Struktur Pasar – Perilaku – Kinerja yang linier searah telah mengakibatkan banyak hasil buruk yang tidak diinginkan. Contohnya dalam Industri Kayu Gelondongan sudah jelas menurut paradigma SCP semakin besar outputnya dan kinerja SCP semakin baik. Namun Efek Sampingan yang terjadi yang berupa feedback ( umpan balik) adalah sangat buruk. yaitu penggundulan hutan, banjir , longsor, biaya sosial, biaya politik dll juga secara langsung Industri kayu gelondongan kekurangan stok yang masih hidup/hutan asli, dan contoh contoh lainnya. Ini merupakan singkapan gunung es kekeliruan paradigma akuntabilitas yaitu SCP yang linier tanpa menangani dan mengerjakan umpan balik nya berupa common mistake atau salah kaprah.

• Kritik Saran atau Masukan
Tidak ada hubungan sebab akibat yang hanya satu arah . Oleh sebab itu perilaku dapat mempengaruhi struktur pasar, demikian juga kinerja dapat mempengaruhi perilaku serta struktur pasar.

Lima Kekuatan yang menghubungkan SCP itu adalah

1. Kekuatan Pasokan dari Pemasok
• Konsentrasi Pemasok
• Harga / Produktivitas dari Input Alternatif
• Hubungan-Spesifik Investasi
• Biaya Switching Pemasok
• Hambatan Pemerintah
2. Daya Beli dari Pembeli
• Konsentrasi Pembeli
• Harga / Nilai Subsitusi Produk atau Jasa
• Hubungan-Spesifik Investasi
• Biaya Switching Pelanggan
• Hambatan Pemerintah
3. Entry
• Biaya Masuk
• Kecepatan Penyesuaian
• Biaya Tenggelam ( Sunk Cost)
• Skala Ekonomis
• Efek Jaringan
• Reputasi
• Biaya Switching
• Hambatan Pemerintah
4. Substitusi (Pengganti) & Komplemen (Penyertaan)
• Harga / Nilai pengganti Produk atau Jasa
• Harga / Nilai Penyertaan Produk atau Jasa
• Efek Jaringan
• Hambatan Pemerintah
5. Persaingan Industri
• Biaya Switching
• Waktu Pengambilan Keputusan
• Informasi
• Konsentrasi
• Persaingan Harga, Kuantitas, Kualitas, atau Jasa
• Derajat Diferensiasi
• Hambatan Pemerintah

Kelima kekuatan Struktur Pasar ini saling mempengaruhi dan FEEDBACK nya adalah LEVEL, GROWTH, dan SUSTAINABILITY dari pada Profit Industri itu sendiri. Semoga kriteria ini bisa masuk dalam AHP, namun semakin banyak kriteria bobot koefisien semakin kecil dan semakin kurang signifikan. Oleh sebab itu dikelompokkan dalam Kriteria Utama dan Sub Kriteria. Demikian mbak Nadiyani nanti disambung lagi dengan Indikator-Indikator : Lerner, HHI, Rothschild , Dasby Willig, Indeks Kesejahteraan Sosial serta faktor faktor industri.

Pos ini dipublikasikan di Analisa Proses Hirarki, Ekonomi Manajerial. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s